Tahukah kamu bahwa Vespa Excel 150 mulai mendarat
di Indonesia sekitar tahun 1992. Motor skuter ini diproduksi oleh PT. Dan Motor
Indonesia atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan ATPM atas lisensi yang
diberikan secara ekslusif oleh Piaggio Italia. Semua orang pasti setuju kalau
motor yang satu ini memiliki desain yang cukup nyaman jika anda sedang
mengendarainya. Mengapa bisa terjadi demikian? Ya, itu tidak terlepas dari
beberapa fitur yang dibekalinya. Pertama, ada fitur elektrik stater, fitur ini
akan membuat anda lebih mudah lagi dalam menyalakan mesin motor karena anda
tidak perlu menginjak slahan. Disisi lain, dari segi tempat duduk pun, motor
ini memang sudah snagat nyaman karena didesain dengan jok yang sudah menyatu
sehingga sang pengendara dan orang yang anda boncengan dapat duduk dengan lebih
nyaman lagi.
Yuk intip spesifikasi yang diusung oleh varian Vespa yang
satu ini. Dengan berbekal teknologi mesin 2 tak yang memiliki kapasitas 150cc
serta bertransmisi 4 percepatan, maka motor ini cukup kencang untuk anda
kendarai. Anda akan menempuh kecepatan maksimal sampai dengan 110kph apabila
motor anda masih dalam kondisi standar pabrik. Desain keamanan klasik masih
sangat melekat, terbukti dengan adanya rem tromol pada bagaian depan serta
belakang.
Ada beberapa tekhologi terbaru yang diberikan pada Vespa
Excel 150 ini. Kita akan bahas satu-persatu.
Pertama, anda dapat melihat tekhnologi pada blok silinder
yang sudah terdapat 3 lubang transfer, generasi sebelumnya belum mencapai itu.
Disisi lain, anda juga dapat melihat perubahan pada ukuran venturi karburator
dan lubang isap pada crankcase yang kini didesain dengan lebih besar. Kemudian,
oli samping dan bahan bakar pun kini sudah mulai terpisah, tetapi tetap dalam
satu tangki yang sama.
Dengan desainnya yang sangat nyaman, maka tidaklah heran
jika Vespa Excel 150 ini merupakan Vespa yang sangat digandrungi oleh para
penikmat motor skuter pada waktu itu. Uniknya lagi, ketika nada dihadapkan
dengan kendala pada ban bocor, motor ini dilengkapi dengan ban serep atau
cadangan sehingga anda hanya butuh untuk menukarkannya saja. Piranti
keselamatan untuk berkendara di dijalan umum pun semakin ditingkatkan seperti
adanya lampu sein untuk yang dapat digunakan untuk memberi tanda bagi
pengendara lain sehingga ketika anda mau belok kanan dan kiri orang lain akan
paham dengan apa yang kita maksud.
Terlepas dari beberapa keunggulan yang telah dibahas diatas,
motor ini juga mempunyai beberapa kekurangan. Pertama, tekhnologi 2 tak
sekarang ini memang kurang cocok untuk digunakan karena tidak friendly terhadap
lingkungan sehingga banyak orang yang mengatakan motor ini sumber polusi.
Kedua, jika anda memilikinya, anda akan sulit sekali untuk menemukan
Sales, Service, serta Spare part yang original dan bertanggung jawab sehingga
kita benar-benar harus merawatnya dengan baik. Oleh karena itu, anda pun
sekarang ini akan kesulitan untuk menemukan motor tersebut. Biasanya hanya
orang-orang tertentu saja yang memiliki dan memakainya.
Berawal dari dua komunitas kecil skuteris di bilangan Taman
Suropati, Jakarta Pusat kemudian memutuskan untuk mengatur pertemuan setiap
hari Jumat. Maka, terbentuklah sebuah komunitas skuter klasik asal Italia,
Vespa Taman Suropati atau yang dikenal pula Tamsur Scooterpark.
"Vespa hanya sarana untuk mendekatkan kami, sehingga perkumpulan individu ini tidak tertutup untuk orang lain," terang salah satu rekan dari komunitas yang berdiri sejak 17 Agustus 2012 lalu ini. Layaknya sebuah lagu salah satu band tanah air, rekan-rekan Vespa Taman Suropati doyan sekali mengelilingi kota Jakarta menggunakan Vespanya untuk sekedar wisata kuliner atau mendatangi rekan-rekan skuter lainnya.
Skuteris satu ini juga sering kali adakan bantuan sosial seperti bakti sosial kepada para korban banjir di Jakarta pada Januari lalu. "Kami terdiri dari berbagai usia, pekerjaan, status sosial, pelajar dan mahasiswa. Tidak ada senioritas di sini, yang ada hanya seberapa solid dan mau berbaginya kami antar satu sama lain," ungkap Erik, salah satu anggota Vespa Taman Suropati.
Nah, bagi yang mengaku pecinta Vespa dan kepengen untuk punya komunitas, langsung saja sambangi Tamsur Scooterpark setiap Jumat malam di Taman Suropati, Jakarta Pusat.
"Vespa hanya sarana untuk mendekatkan kami, sehingga perkumpulan individu ini tidak tertutup untuk orang lain," terang salah satu rekan dari komunitas yang berdiri sejak 17 Agustus 2012 lalu ini. Layaknya sebuah lagu salah satu band tanah air, rekan-rekan Vespa Taman Suropati doyan sekali mengelilingi kota Jakarta menggunakan Vespanya untuk sekedar wisata kuliner atau mendatangi rekan-rekan skuter lainnya.
Skuteris satu ini juga sering kali adakan bantuan sosial seperti bakti sosial kepada para korban banjir di Jakarta pada Januari lalu. "Kami terdiri dari berbagai usia, pekerjaan, status sosial, pelajar dan mahasiswa. Tidak ada senioritas di sini, yang ada hanya seberapa solid dan mau berbaginya kami antar satu sama lain," ungkap Erik, salah satu anggota Vespa Taman Suropati.
Nah, bagi yang mengaku pecinta Vespa dan kepengen untuk punya komunitas, langsung saja sambangi Tamsur Scooterpark setiap Jumat malam di Taman Suropati, Jakarta Pusat.
Sumber:



No comments:
Post a Comment