Smartnesia

Interactive New Media

Navigation Menu

  • Home
  • Product
  • _Paket Smart Home
  • _Paket Smart Office
  • _Paket Bundling
  • __Paket Basic
  • __Paket Advanced
  • _Paket Request
  • Syarat & Ketentuan
  • My Tokopedia
  • Follow Me

Pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan sub sektor Properti dan Real Estate

buhnby buhn0 comments
Pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan sub sektor Properti dan Real Estate
TUGAS SOFTSKILL 
PENGANTAR BISNIS


Dosen : Rowland Pasaribu

Disusun Oleh:

Budhi Hendratama
Kelas   : 1EB16
NPM    : 21213798



FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014


BAB I

PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah
Struktur modal merupakan perimbangan utang jangka pendek yang bersifat permanen, utang jangka panjang, saham preferen dan saham biasa. Keputusan struktur modal berkaitan dengan pemilihan sumber dana, baik yang berasal dari dalam maupun yang dari luar, sangant mempengaruhi nilai perusahaan, Sumber dana perusahaan dari internal berasal dari laba ditahan dan depresiasi. Dana yang diperoleh dari sumber eksternal adalah berasal dari para kreditur dan pemilik perusahaan. Pemenuhan kebutuhan dana yang berasal dari kreditur merupakan utang bagi perusahaan dan yang diperoleh dari pemilik merupakan modal sendiri.
Penambahan utang akan memperbesar risiko perusahaan, tetapi sekaligus juga memperbesar tingkat pengembalian yang diharapkan. Risiko yang makin tinggi akibat membesarnya hutang cendrung menurunkan harga saham tetapi meningkatnya tingkat pengembalian yang diharapkan akan menaikan harga saham tersebut.
Debt to equity ratio digunakan untuk mengukur tingkat penggunaan hutang terhadap total shelholder’s equality yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi DER menunjukan tingginya ketergantungan permodalan terhadap pihak luar sehingga beban perusahaan juga semakin berat. Tingginya DER akan mempengaruhi minat investor terhadap saham perusahaan tertentu, karena investor pasti lebih tertarik pada saham yang tidak menanggung terlalu banyak beban hutang.
Salah satu sektor di Bursa efek Indonesia (BEI) yang diamati dalam penelitian ini adalah sektor Property dan Real Estate. Berdasarkan IDX Statistics tahun 2013, sektor ini memperoleh gain tertinggi Seperti terlihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Indeks sektoral tahun 2013



Sumber: IDX Statistsic 2013 diakses 12 januari 2014

1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan sub sektor Properti dan Real Estate?”

1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan sub sektor Properti dan Real Estate


1.4. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun secara praktis.
a. Manfaat Teoritis Penelitian ini bermanfaat untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan mengenai pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan sub sektor Properti dan Real Estate di Bursa Efek Indonesia.
b. Manfaat PraktisPenelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat praktis bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap hasil penelitian ini, di antaranya:
1. Bagi Investor
Investor dapat mengambil keputusan investasi yang lebih baik setelah mereka mengetahui informasi mengenai struktur modal yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan di Bursa Efek Indonesia.
2. Bagi Peneliti Lain
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi peneliti lainnya untuk melakukan penelitian mengenai struktur modal yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan di Bursa Efek Indonesia.











BAB II

TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Teori Struktur Modal

Pengambilan keputusan finansial oleh manajer perusahaan pada prinsipnya terdiri dari dua aspek utama, yaitu keputusan yang berkaitan dengan pengalokasian dana (fund allocation) dan keputusan yang berkaitan dengan pencarian dana (fund raising) yang tercatat dalam laporan keuangan perusahaan. Pengalokasian dana erat kaitannya dengan pemilihan asset yang akan dikelola perusahaan, sedangkan pencarian dana terkait dengan kebijakan penentuan struktur modal (capital structure). Secara umum, tujuan dari pengelolaan struktur modal tersebut adalah untuk mendapatkan tingkat cost of capital yang rendah dan terciptanya value perusahaan yang maksimal.Teori struktur modal (capital structure) berusaha menjelaskan dampak dari perubahan komposisi modal terhadap value perusahaan. Struktur modal dapat diartika sebagai proporsipendanaan jangka panjang dari hutang, saham preferen, dan ekuitas saham biasa. Teori-teoristruktur modal modern terdiri dari:
(Brigham dan Houston, 2006: 33-41)

a.      Modigliani-Miller (MM) Theory
·         Teori MM tanpa pajak
Teori struktur modal modern yang pertama adalah teori Modigliani dan Miller (teoriMM). Mereka berpendapat bahwa struktur modal tidak relevan atau tidak mempengaruhi nilai perusahaan. MM mengajukan beberapa asumsi untuk membangun teori mereka, yaitu:
a. Tidak terdapat agency cost.
b. Tidak ada pajak.
c. Investor dapat berhutang dengan tingkat suku bunga yang sama dengan perusahaan
d. Investor mempunyai informasi yang sama, seperti manajemen mengenai prospek perusahaan di masa depan.
e. Tidak ada biaya kebangkrutan
f. Earning Before Interest and Taxes (EBIT) tidak dipengaruhi oleh penggunaan darihutang.
g. Para investor adalah price-takers.
h. Jika terjadi kebangkrutan, maka aset dapat dijual pada harga pasar (market value).Dengan asumsi-asumsi tersebut, MM mengajukan dua preposisi yang dikenal sebagai preposisi MM tanpa pajak, yaitu:
Preposisi I: Nilai dari perusahaan yang berhutang sama dengan nilai dari perusahaan yang tidak berhutang. Implikasi dari preposisi I ini adalah struktur modal dari suatu perusahaan tidak relevan, perubahan struktur modal tidak mempengaruhi nilai perusahaan dan weighted average cost of capital (WACC) perusahaan akan tetap sama tidak dipengaruhi oleh bagaimana perusahaan memadukan hutang dan modal untuk membiayai perusahaan.
Preposisi II: Biaya modal saham akan meningkat apabila perusahaan melakukan atau mencari pinjaman dari pihak luar. Risk of the equity bergantung pada risiko dari operasional perusahaan (business risk) dan tingkat hutang perusahaan (financial risk).
·         Teori MM dengan pajak
Teori MM tanpa pajak dianggap tidak realistis kemudian MM memasukkan faktor pajakke dalam teorinya. Pajak dibayarkan kepada pemerintah, yang berarti merupakanaliran kaskeluar. Hutang bisa digunakan untuk menghemat pajak, karena bunga bisa dipakai sebagaipengurang pajak.Dalam teori MM dengan pajak ini terdapat dua preposisi, yaitu:
Preposisi I: Nilai dari perusahaan yang berhutang sama dengan nilai dari perusahaan yang tidak berhutang ditambah dengan penghematan pajak karena bunga hutang. Implikasi dari preposisi I ini adalah pembiayaan dengan hutang sangat menguntungkan dan MM menyatakan bahwa struktur modal optimal perusahaan adalah seratus persen hutang.
Preposisi II: Biaya modal saham akan meningkat dengan semakin meningkatnya hutang,tetapi penghematan pajak akan lebih besar dibandingkan dengan penurunan nilai karena kenaikan biaya modal saham. Implikasi dari preposisi II ini adalah penggunaan hutang yang semakin banyak akan meningkatkan biaya modal saham. Menggunakan hutang yang lebihbanyak, berarti menggunakan modal yang lebih murah (biaya modal hutang lebih kecildibandingkan dengan biaya modal saham), sehingga akan menurunkan biaya modal rata-rata tertimbangnya (meski biaya modal saham meningkat).Teori MM tersebut sangat kontroversial. Implikasi teori tersebut adalah perusahaan sebaiknya menggunakan hutang sebanyak-banyaknya. Dalam praktiknya, tidak ada perusahaan yang mempunyai hutang sebesar itu, karena semakin tinggi tingkat hutang suatu perusahaan,akan semakin tinggi juga kemungkinan kebangkrutannya. Inilah yang melatarbelakangi teoriMM mengatakan agar perusahaan menggunakan hutang sebanyak-banyaknya, karena MM mengabaikan biaya kebangkrutan.





b.      Trade-off Theory
Menurut trade-off theory, perusahaan akan berhutang sampai pada tingkat hutang tertentu, di mana penghematan pajak (tax shields) dari tambahan hutang sama dengan biaya kesulitan keuangan (financial distress). Biaya kesulitan keuangan (financial distress) adalah biaya kebangkrutan (bankruptcy costs) atau reorganization, dan biaya keagenan (agency costs)yang meningkat akibat dari turunnya kredibilitas suatu perusahaan. Trade-off theory dalam menentukan struktur modal yang optimal memasukkan beberapa faktor antara lain pajak, biaya keagenan (agency costs) dan biaya kesulitan keuangan (financial distress), tetapi tetap mempertahankan asumsi efisiensi pasar dan symmetric information sebagai imbangan danmanfaat penggunaan hutang. Tingkat hutang yang optimal tercapai ketika penghematan pajak(tax shields) mencapai jumlah yang maksimal terhadap biaya kesulitan keuangan (costs offinancial distress). Trade-off theory mempunyai implikasi bahwa manajer akan berpikir dalam kerangka trade-off antara penghematan pajak dan biaya kesulitan keuangan dalam penentuan struktur modal. Perusahaan-perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi tentu akan berusaha mengurangi pajaknya dengan cara meningkatkan rasio hutangnya, sehingga tambahan hutang tersebut akan mengurangi pajak.

c.       Pecking Order Theory
Pecking order theory menyatakan bahwa perusahaan dengan tingkat profitabilitas yangtinggi justru tingkat hutangnya rendah, dikarenakan perusahaan yang profitabilitasnya tinggi memiliki sumber dana internal yang berlimpah. Menurut pecking order theory terdapat scenario urutan (hierarki) dalam memilih sumber pendanaan, yaitu :
a. Perusahaan lebih memilih untuk menggunakan sumber dana dari dalam atau pendanaan internal daripada pendanaan eksternal. Dana internal tersebut diperoleh dari laba ditahan yang dihasilkan dari kegiatan operasional perusahaan.
b. Jika pendanaan eksternal diperlukan, maka perusahaan akan memilih pertama kali mulai dari sekuritas yang paling aman, yaitu hutang yang paling rendah risikonya,turun ke hutang yang lebih berisiko, sekuritas hybrid seperti obligasi konversi, saham preferen, dan yang terakhir saham biasa.
c. Terdapat kebijakan deviden yang konstan, yaitu perusahaan akan menetapkan jumlah pembayaran dividen yang konstan, tidak terpengaruh seberapa besarnya perusahaan tersebut untung atau rugi
d. Untuk mengantisipasi kekurangan persediaan kas karena adanya kebijakan dividen yang konstan dan fluktuasi dari tingkat keuntungan, serta kesempatan investasi, maka perusahaan akan mengambil portofolio investasi yang lancar tersedia.
Pecking order theory tidak mengindikasikan target struktur modal. Manajer keuangan tidak memperhitungkan tingkat hutang yang optimal. Kebutuhan dana ditentukan oleh kebutuhan investasi. Pecking order theory ini dapat menjelaskan mengapa perusahaan yang mempunyai tingkat keuntungan yang tinggi justru mempunyai tingkat hutang yang kecil.
2.2. Kerangka Pikir
Berdasarkan uraian latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan tinjauan pustaka, maka dapat disusun model penelitian seperti Gambar 1.





Gambar 1. Model Penelitian

2.3. Hipotesis
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian, dan landasan teori, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara struktur modal terhadap nilai perusahaan sub Properti Dan Real Estate
Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan antara struktur modal terhadap nilai perusahaan sub Properti Dan Real Estate










BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. Populasi dan Sampel

Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang menunjukkan ciri-ciri tertentu yan dapat digunakan untuk membuat kesimpulan. (Sanusi, 2013:87) Populasi penelitian ini adalah semua emiten yang termasuk ke dalam sektor di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan sampel yang diambil adalah semua emiten yang termasuk ke dalam sub sektor Properti dan Real Estate. Daftar emiten-emiten yang termasuk ke dalam sub sektor Properti dan Real Estate dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Daftar Emiten Sub Properti dan Real Estate

Sumber: www.sahamok.comhttp://www.sahamok.com/emiten/sektor-property-real-estate/sub-sektor-property-realestate/






3.2. Jenis dan SumberData

Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data kuantitatif dan data sekunder. Data kuantitatif adalah data yang diukur dalam suatu skala numerik (angka). (Kuncoro, 2009:145)Sedangkan data sekunder mengacu pada informasi yang dikumpulkan oleh seseorang dan bukan peneliti yang melakukan studi mutakhir. Data tersebut bisa merupakan internal atau eksternal organisasi dan diakses melalui internet, penelusuran dokumen, atau publikasi informasi.(Sekaran, 2006:65) Sumber-sumber data pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Sumber-sumber data penelitian
No.
Variabel
Sumber Data
1.
Struktur Modal
www.idx.co.id

Struktur modal pada periode tahun 2013 dari perusahaan-perusahaan yang termasuk kedalam sub sektor Properti Dan Real Estate dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Struktur Modal
No.
Kode Saham
Total Liabilities
(Jutaan)
Total Equity
(Jutaan)
DER
(X)
1
APLN
8,505,702
6,025,982
1.411504714086434
2
ASRI
6,214,543
4,731,875
1.313336256769251
3
BAPA
58,113
 85,063
0,6831759989654726
4
BCIP
122,604
192,600
0,6365732087227414
5
BEST
499,616
1,481,943
337,1357737780738
6
BIPP
95,621
86,913
1,100192146169158
7
BKDP
254,311
690,125
0,3684999094366963
Ringkasan Kinerja Perusahaan Tercatat (http://www.idx.co.id/id-id/beranda/publikasi/ringkasankinerjaperusahaantercatat.aspx), diakses 12 Januari 2014

3.3. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan yang tepat untuk penelitian ini di mana sumber data yangdigunakan sepenuhnya merupakan data sekunder adalah teknik dokumentasi. Menurut Sanusi(2013:114) cara dokumentasi biasanya dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder dariberbagai sumber, baik secara pribadi maupun kelembagaan. Data yang diperoleh masih sangatmentah karena informasinya tercerai-berai sehingga harus diatur sistematika data tersebut danmeminta informasi lebih lanjut kepada pengumpul data pertama.

3.4. Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data regresi linier sederhana untuk menyatakan hubungan kausalitas antara dua variabel, yaitu variabel dependen harga saham danvariabel independen DER, dan memperkirakan nilai variabel terikat berdasarkan nilai variabel bebas.Bentuk umum dari persamaan regresi dinyatakan dalam persamaan matematika, yaitu:
(Sanusi, 2013:132)
Yˆ= a + bX
di mana
Yˆ = Nilai prediksi dari variabel Y berdasarkan nilai variabel X
Xa = Titik potong Y; merupakan nilai bagi Y ketika X = 0
0b = Kemiringan (slope)
X = Nilai variabel X yang dipilih

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian
Nilai perusahaan dinyatakan dalam harga sahamnya di bursa efek sehingga harga saham perusahaan-perusahaan yang termasuk ke dalam sub sektor Otomotif & Komponen menjadivariabel dependen (Y) sedangkan DER menjadi variabel independen (X). Hasil perhitungan regresi linier sederhana dengan menggunakan program Eviews 7 dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Analisis Regresi Linier Sederhana

Sumber: Hasil pengolahan data, 2013

Dengan demikian, persamaan regresinya dapat dituliskan sebagai berikut
Y = a + bXY
= 3,431091 + 0,041082X
Di mana Y (variabel dependen) adalah Nilai Perusahaan yang diukur dari nilai logaritma harga saham di bursa efek sedangkan X (variabel independen) adalah Rasio Utang Terhadap Ekuitas (DER).Berdasarkan Tabel 5 di atas terlihat bahwa probabilitas signifikansi (p-value) untuk DER0,8883 > 0,05 sehingga dapat menerima hipotesis null yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara struktur modal terhadap nilai perusahaan sub sektor Properti dan Real Estate.Hasil perhitungan korelasi Product Moment dapat dilihat seperti pada Tabel 8.

Tabel 6. Korelasi Product Moment

Berdasarkan Tabel 6. di atas terlihat bahwa struktur modal atau DER perusahaan-perusahaan yang termasuk ke dalam sub sektor Properti dan Real Estate memiliki korelasi positif yang sangat lemah hanya sebesar 0,045502.


4.2. Pembahasan

Dengan tidak ditemukannya pengaruh atau korelasi antara struktur modal terhadap nilai perusahaan terwujud dari harga sahamnya di bursa efek, maka sesuai dengan teori MM tanpa pajak yang menyatakan bahwa struktur modal tidak relevan atau tidak mempengaruhi nilai perusahaan.

Dengan kata lain, manajer keuangan tidak dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan merubah proporsi debt dan equity yang digunakan untuk membiayai perusahaan.Seberapa pun besar proporsi utang dan ekuitas dalam struktur modal perusahaan emiten, makahal itu tidak akan mempengaruhi permintaan dan penawaran sahamnya di bursa efek. Parainvestor mempertimbangkan banyak aspek selain struktur modal perusahaan emiten ketikamereka akan mengambil keputusan investasi.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa struktur modal perusahaan sub sektor Properti & Real Estate tidak mempengaruhi nilai perusahaan secara signifikan.

5.2. Saran
Beberapa saran yang peneliti dapat sampaikan untuk berbagai pihak yang menggunakan hasil penelitian ini antara lain:

1. Dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh antara struktur modal dan nilai perusahaan kiranya perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan selain faktor struktur modal perusahaan emiten dengan jumlah sampel yang lebih banyakdan periode waktu pengamatan yang lebih lama.

2. Para investor disarankan untuk tidak menggunakan informasi struktur modal perusahaan emiten sebagai faktor pertimbangan utama dalam membuat keputusan investasi.




DAFTAR PUSTAKA

Brigham, Eugene F. dan Houston, Joel F.. 2006. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan (Edisike-10). Salemba Empat, Jakarta, Indonesia.Kuncoro, Mudrajad. 2009. Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi: Bagaimana Meneliti &Menulis Tesis? (Edisi ke-3). Erlangga, Jakarta, Indonesia.Sanusi, Anwar. 2013. Metodologi Penelitian Bisnis. Salemba Empat, Jakarta, Indonesia.Sekaran, Uma. 2007. Metodologi Penelitian untuk Bisnis (Edisi ke-4). Salemba Empat,Jakarta, Indonesia.



Share on FacebookShare on Twitter
buhn

buhn

Related posts

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Play me!

Popular Posts

  • Pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan sub sektor Properti dan Real Estate
    TUGAS  SOFTSKILL  PENGANTAR BISNIS Dosen : Rowland Pasaribu Disusun Oleh: Budhi Hendratama Kelas   : 1EB16 NPM   ...
  • Syarat & Ketentuan
    Syarat dan Ketentuan Diperuntukkan untuk pelanggan Smartnesia Untuk berlangganan layanan Smarthome, Smartoffice, atau yang lainnya sila...

Blog Archive

  • ►  2019 (1)
    • ►  December (1)
  • ►  2017 (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2016 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (2)
  • ►  2015 (5)
    • ►  November (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ▼  2014 (6)
    • ►  November (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ▼  January (1)
      • Pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan ...
  • ►  2013 (9)
    • ►  November (6)
    • ►  October (3)

About Me

buhn
View my complete profile

© Smartnesia. All rights reserved.| Designed by Blossom Themes