KEWIRASWASTAAN DAN PERUSAHAAN KECIL
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Salah satu alasan berlangsungnya aktivitas ekonomi adalah terjadinya
ketidakseimbangan. Dalam hal lapangan kerja, ketidakseimbangan tersebut juga
terjadi. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi yang pesat memerlukan penambahan
tenaga kerja untuk mengelolanya. Di sisi lain, keahlian dan spesifikasi tenaga
kerja yang dibutuhkan belum tentu dapat dipenuhi oleh orang yang membutuhkan
pekerjaan. Dengan pertambahan penduduk dunia pada umumnya atau di suatu negara
khususnya, laju pertambahan jumlah tenaga kerja yang tersedia seringkali
melampaui jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Akibatnya, penciptaan
lapangan kerja sendiri nampaknya merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat di
tawar lagi. Dalam hal inilah, wiraswasta merupakan alternatif penyelesaian.
Pentingnya peran wiraswasta ditunjukkan dengan semakin luasnya distribusi peran
wiraswasta di semua aspek kehidupan. Di negara berkembang kewiraswastaan bahkan
merupakan tiang penyangga dunia usaha dan industri.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut :
1. Apa perbedaan Kewiraswastaan, kewirausahaan, wiraswastawan?
2. Bagaimana cara memasuki perusahaan kecil ?
3. Bagaimana perkembangan franchising di Indonesia ?
4. Jelaskan ciri – ciri perusahaan kecil ? Sebutkan !
5. Apa perbedaan antara kewirausahaan dan bisnis kecil ?
BAB II
PEMBAHASAN
Kewiraswastaan , wiraswasta, wiraswastawan
Kewiraswastaan
(Enterpreneurship) adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk beresiko
dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha untuk memulai
suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil. Melalui upaya yang dijalankannya,
yang bersangkutan merencanakan dan mengharapkan kompensasi dalam bentuk
keuntungan di samping juga kepuasan. Bidang usaha atau perusahaan yang dibangun
oleh seseorang dengan kepribadian tertentu (wiraswastawan/entrepreneur)
sebagai alternative penyediaan lapangan kerja, minimal bagi si pemilik modal
itu, kita sebut wiraswasta.
Wiraswasta
Istilah wiraswasta berasal dari dua kata, yakni ‘wira’ dan ‘swasta’.
Wira memiliki arti berani, utama, atau perkasa. Sedangkan swasta ternyata juga
berasal dari dua kata, yakni ‘swa’ dan ‘sta’. Swa artinya sendiri, dan sta,
berarti berdiri. Jadi, swasta bisa dimaknai berdiri di atas kekuatan
sendiri. Dengan melihat arti etimologis di atas bisa diambil pengertian
wiraswasta ialah keberanian, keutamaan dalam berusaha dengan bersandar pada
kekuatan sendiri.
Wiraswastawan
Wiraswastawan atau orang yang berwiraswasta adalah orang-orang yang peka
dalam melihat peluang berbisnis di masyarakat dan mampu mengembangkan peluang
bisnis tersebut menjadi sebuah usaha yang maju sehingga dapat membuat sebuah
lapangan kerja baru.
Menjadi seorang wiraswastawan diperlukan kempuan dalam berbisnis dan
pengalaman dalam dunia bisnis.
Unsur-unsur Penting Wiraswasta:
- Unsur pengetahuan
- Unsur ketrampilan
- Unsur sikap mental
- Unsur kewaspadaan
Perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan
Perusahaan kecil memiliki peranan penting dalam dunia usaha. Berdasarkan
pengalaman di beberapa Negara maju menunjukkan bahwa komunitas
perusahaan kecil memberikan kontribusi yang cukup besar di bidang produksi,
pajak, penyedia lapangan kerja, dan lain sebagainnya. Seringkali dari
perusahaan kecil muncul gagasan-gagasan baru yang merupakan terobosan penting
dalam kondisi perekonomian yang tidak menguntungkan. Dengan kiat-kiat tertentu
dari pelaku bisnis, perusahaan kecil dapat berkembang dengan pesat menjadi
perusahaan raksasa.
Perkembangan Franchising di Indonesia
Sistem waralaba mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu dengan munculnya
dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai
pada tahun 1970-an, yaitu dengan dimulainya sistem pembelian lisensi plus,
yaitufranchisee tidak sekedar menjadi penyalur, namun juga memiliki
hak untuk memproduksi produknya. Agar waralaba dapat berkembang dengan pesat,
maka persyaratan utama yang harus dimiliki satu teritori adalah kepastian hukum
yang mengikat baik bagi franchisor maupun franchisee. Karenanya, kita dapat
melihat bahwa di negara yang memiliki kepastian hukum yang jelas, waralaba
berkembang pesat, misalnya di AS dan Jepang. Tonggak kepastian hukum akan
format waralaba di Indonesia dimulai pada tanggal 18 Juni 1997, yaitu dengan
dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 16 Tahun 1997 tentang Waralaba.
PP No. 16 tahun 1997 tentang waralaba ini telah dicabut dan diganti dengan PP
no 42 tahun 2007 tentang Waralaba.
Langkah- langkah memilih usaha dengan waralaba adalah:
- Tentukan jenis usaha yang Anda minati sebelum memilih jenis usaha waralaba, apakah di bidang kuliner, salon kecantikan atau lainnya.
- Pilihlah satu jenis usaha, misalnya waralaba rumah makan saji. Lalu ambil tiga pilihan waralaba rumah makan saji atau tiga brand yang Anda minati untuk Anda seleksi.
- Pelajari lebih dalam mengenai sistem waralaba dari ketiga pilihan waralaba tersebut. Pelajarilah dan bandingkan dengan seksama dari sistem yang ditawarkannya.
- Untuk memilih waralaba yang tepat dan bisa membawa Anda pada kesuksesan berbisnis, berikan pertanyaan detil kepada franchisor. Seperti informasi detil sejarah berdirinya, kapan memulai franchise, siapa franchisee pertama, mintalah izin dan informasi apakah Anda boleh bertemu dengan franchisee pertama untuk mencari tahu pengalaman bisnisnya, dan temukan apa keunikan dari setiap usaha waralaba yang Anda seleksi tersebut.
Jenis-jenis usaha yang potensial diwaralabakan:
- rumah makan/restoran
- jasa pemasaran
- hotel
- toko buku dan toko cindera mata
- minimarket
- persewaan kendaraan
- pusat kebugaran dan perawatan tubuh
- penata rambut, salon kecantikan, dll.
Ciri-ciri Perusahaan Kecil
Secara umum perusahaan kecil mengacu pada ciri-ciri berikut :
· Manajemen
berdiri sendiri. Biasanya para manajer perusahaan adalah pemiliknya juga,
dengan predikat yang disandang mereka memiliki kebebasan untuk bertindak dan
mengambil keputusan.
· Investasi
modal terbatas. Pada umumnya modal perusahaan kecil disediakan oleh
seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik, karena jumlah modal yang
diperlukan relative kecil.
· Daerah
operasinya local. Dalam hal ini majikan dan karyawan
tinggal dalam suatu lingkungan yang berdekatan dengan letak perusahaan.
· Ukuran secara
keseluruhan relative kecil ( penyelenggara di bidang operasinya tidak
dominan)
Kekuatan Perusahaan Kecil
1. Motivasi yang kuat untuk
mempertahankan usahanya
2. Supply tenaga kerja yang
berlimpah dan upah murah
3. Mengandalkan sumber keuangan
informal yang mudah di peroleh
4. Mengandalkan bahan baku local
Kelemahan Perusahaan Kecil
1. Kualitas SDM, terutama kemampuan
melihat peluang bisnis terbatas
2. Produktivitas rendah
3. Etos kerja dan disiplin rendah
4. Penggunaan tenaga kerja cenderung
eksploitatif dengan tujuan mengejar target
5. Sering mengandalkan anggota
keluarga sebagai tenaga kerja tidak di bayar
Keuntungan perusahaan kecil
Kebebasan dalam bertindak mengacu pada fleksibilitas gerak perusahaan
dan kecepatannya dalam mengantisipasi perubahan tuntutan pasar. Hal ini lebih
memungkinkan dalam perusahaan kecil karena ruang lingkup layanan perusahaan
relative kecil, sehingga penyesuaian terhadap adopsi teknologi yang sesuai
dengan kebutuhan pasar dapat dilaksanakan dengan cepat.
Penyesuaian dengan kebutuhan setempat dapat berjalan lebih baikterutama
karena dekatnya perusahaan dengan masyarakat setempat, keeratan hubungan dengan
pelanggan, serta fleksibilitas penyesuaian volume usaha dalam kaitannya dengan
tuntutan perubahan selera pelanggan.
Mengembangkan perusahaan kecil
Untuk mengembangkan perusahaan diperlukan pertimbangan yang matang
terhadap tiga hal: profil pribadi (dalam kaitannya dengan kelayakan kredit,
referensi-referensi, perincian pengalaman perusahaan), profil perusahaan (
dalam kaitannya dengan sejarah, analisis tentang para pesaing dan pasar,
startegi persaingan dan rencana opersai, rencana arus uang kontan dan analisis
pulang rokok ) serta paket pinjaman ( dalam kaitannya dengan jumlah yang
diminta, jenis pinjaman yang diminta, alasan pembenaran, jadwalan pembayaran
kembali- dan ketentuan-ketentuan pembayaran ). Pertimbangan yang matang untuk
mengembangkan perusahaan, memerlukan kejelian yang terkait erat dengankemampuan
manajemen, pemenuhan kebutuhan modal, pemilihan bentuk kepemilikan perusahaan
dan strategi untuk memenangkan persaingan pasar.
Kegagalan perusahaan kecil
Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab kegagalan perusahaan kecil. Sebagaian penyebab kegagalan telah di sebutkan seperti kurangnya pengalaman manajemen, kurangnya modal, kurangnya kemampuan dalam promosi penjualan, ketidakmampuan untuk menagih piutang yang macet, penggunaan teknologi yang sudah ketinggalan zaman, kurangnya perencanaan perusahaan, permasalahan kecakapan pribadi, kesalahan pemilihan bidang usaha, dan lain-lain. Secara umum, tanda-tanda kegagalan perusahaan di tunjukkan oleh:
• Penjualan yang menurun pada beberapa periode pembukuan
• Perbandingan utang yang semakin tinggi
• Biaya operasi yang saling meningkat
• Pengurangan dalam modal kerja
• Penurunan dalam keuntungan
• Peningkatan kerugian
Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab kegagalan perusahaan kecil. Sebagaian penyebab kegagalan telah di sebutkan seperti kurangnya pengalaman manajemen, kurangnya modal, kurangnya kemampuan dalam promosi penjualan, ketidakmampuan untuk menagih piutang yang macet, penggunaan teknologi yang sudah ketinggalan zaman, kurangnya perencanaan perusahaan, permasalahan kecakapan pribadi, kesalahan pemilihan bidang usaha, dan lain-lain. Secara umum, tanda-tanda kegagalan perusahaan di tunjukkan oleh:
• Penjualan yang menurun pada beberapa periode pembukuan
• Perbandingan utang yang semakin tinggi
• Biaya operasi yang saling meningkat
• Pengurangan dalam modal kerja
• Penurunan dalam keuntungan
• Peningkatan kerugian
Perbedaan antara kewirausahaan dan bisnis kecil
Kewirausahaan:
Kewirausahaan:
- Berpikir dan bertindak strategik, adaptif terhadap perubahan dalam berusaha mencari peluang keuntungan termasuk yang mengandung resiko agak besar dan dalam mengatasi masalah.
- Selalu berusaha untuk mendapat keuntungan melalui berbagai keunggulan dalam memuaskan langganan.
- Berusaha mengenal dan mengendalikan kekuatan dan kelemahan perusahaan (dan pengusahanya) serta meningkatkan kemampuan dengan sistem pengendalian intern.
- Selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan ketangguhan perusahaan terutama dengan pembinaan motivasi dan semangat kerja serta pemupukan permodalan.
Perusahaan Kecil:
- Umumnya dikelola pemilik
- Struktur organisasi sederhana
- Pemilik mengenal karyawan
- Prosentase kegagalan perusahaan tinggi
- Kekurangan manajer yang ahli
- Modal jangka panjang sulit diperoleh
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan :
Kewiraswastaan merupakan pengambilan resiko untuk menjalankan sendiri
dengan memanfaatkan peluang-peluang untuk menciptakan usaha baru atau dengan
pendekatan yang inovatif sehingga usaha yang dikelola menjadi besar dan mandiri
tidak bergantung pada pemerintah atau pihak-pihak lain dalam menghadapi
tantangan atau persaingan.
Saran :
Seorang kewiraswastaan bukan saja dituntut untuk berani mengambil resiko
tetapi juga harus kreatif dan inovatif agar dapat mengembangkan usahanya dalam
menghadapi berbagai tantangan persaingan.
DAFTAR PUSTAKA
Fuad, M, H, Christine , Nurlela, Sugiarto, Y.E.F, Paulus.
2000. Pengantar Bisnis, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Nama : Budhi Hendratama
NPM : 21213798
Kelas :1EB16
No comments:
Post a Comment