ABSTRAK
NADIRA WIDYA WIJAYA (25211073)
ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN KAS PADA PT. TRI
GRAHA SEALISINDO
PI.JurusanAkuntansi, FakultasEkonomi, UniversitasGunadarma, 2014
Kata Kunci :Sistem Informasi Akuntansi, Penerimaan Kas
(ix + 57+ lampiran)
Sistem informasi akuntansi mempunyai peranan
sangat besar bagi perusahaan, untuk mengorganisir, mengumpulkan dan
mengikhtisarkan keterangan yang menyangkut transaksi-transaksi yang berhubungan
dengan penerimaan kas. Untuk mengetahui Sistem Informasi Akuntansi penerimaan
kas dengan standar sistem informasi akuntansi yang telah ditetapkan maka
penulis mengimplementasikan tata cara penerimaan kas ke dalam sistem informasi
akuntansi penerimaan kas pada PT. Tri Graha Sealisindo dan menggambarkan sistem
informasi akuntansi tersebut dengan menggunakan diagram DFD dan bagan alir
dokumen (flowchart).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimana Sistem Informasi Akuntansi penerimaan kas pada PT. Tri
Graha Sealisindo. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan
data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara, data sekunder
diperoleh dari Studi Pustaka dengan membaca dan mempelajari buku-buku yang
berhubungan dengan sistem informasi akuntansi penerimaan kas.
Hasil yang diperoleh yaitu Sistem Informasi
Akuntansi penerimaan kas pada PT. Tri Graha Sealisindo terdiri dari empat
bagian, yaitu bagian order penjualan, bagian finance, bagian gudang dan bagian
pengiriman. Akan tetapi sistem tersebut kurang sesuai dengan standar sistem
akuntansi yang telah ditetapkan karena memiliki kelemahan dalam prosedur penerimaan
kas yaitu adanya bagian yang melakukan kerangkapan tugas, di bagian finance
sehingga dapat menimbulkan kesalahan transaksi maupun manipulasi data. Oleh
karena itu bagian yang diusulkan dari hasil penelitian sistem informasi
akuntansi penerimaan kas terdiri dari lima bagian, yaitu bagian order
penjualan, bagian finance, bagian gudang, bagian pengiriman dan bagian
accounting. Dengan adanya penambahan bagian accounting akan membuat proses
pencatatan akuntansi sistem penerimaan kas berjalan sesuai dengan SPI.
1.1.Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan dan batasan masalah, maka
tujuan dari penulisan adalah:
1. Menganalisis sistem informasi akuntansi penerimaan
kas pada PT. Tri Graha Sealisindo.
2. Mengevaluasi pengendalian internal yang
diterapkan terhadap sistem informasi akuntansi penerimaan kas pada PT. Tri
Graha Sealisindo.
Adanya latar belakang yang
telah diuraikan, perumusan masalah,
batasan masalah dan tujuan yang ingin
dicapai dalam penelitian ini, peneliti berharap dapat memberikan konstribusi
yang berguna bagi berbagai pihak diantaranya, yaitu:
1.
Manfaat Akademis
Sebagai bahan referensi bagi penelitian
sejenis dalam lingkup yang lebih luas dan dapat digunakan sebagai bahan
pertimbangan bagi penelitian lanjutan dalam rangka menuju kesempurnaan.
2.
Bagi Penulis
Penelitian ini berguna untuk menambah wawasan
dan pengetahuan tentang analisis terhadap sistem informasi akuntansi dan juga
untuk melengkapi salah satu syarat menyelesaikan program studi strata satu ( S1
) jurusan akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma.
3.
Bagi Perusahaan
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat membantu meringankan dalam pengelolaan dana kas
masuk serta mengawasi dan mengendalikan setiap kegiatan yang berhubungan dengan
penerimaan kas agar semua kegiatan dapat berjalan sesuai dengan prosedur yang
telah ditetapkan oleh PT. Tri Graha Sealisindo.
2.2 Kajian Penelitian Sejenis
Dalam sub bab ini penulis mengkaji penelitian
ilmiah sejenis yang disusun oleh :
1. Firsty Anatasia Delarosa (2012), Universitas
Gunadarma, “ANALISIS PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN KAS PADA
PT GUNA PERTIWI CEMERLANG”
Penelitian ini dilakukan di PT. Guna Pertiwi
Cemerlang yang bergerak dalam bidang perdagangan pompa untuk perusahaan minyak
bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kelemahan yang terdapat
dalam sistem akuntansi penerimaan kas PT. Guna Pertiwi Cemerlang dan untuk
memberikan alternatif perancangan sistem informasi akuntansi penerimaan kas
pada PT. Guna Pertiwi Cemerlang.
Terdapat kelemahan dalam sistem akuntansi penerimaan kas pada PT Guna
Pertiwi Cemerlang yaitu dokumen yang digunakan untuk proses penerimaan kas
hanya ada satu saja dan digunakan untuk semua bagian yang terkait. Masalah
lainnya adalah bagian kasir tidak memegang dan mengarsip dokumen. Bedasarkan hasil penelitian penulis mengambil
kesimpulan bahwa terdapat kelemahan dalam sistem akuntansi penerimaan kas pada
PT Guna Pertiwi Cemerlang yaitu dokumen yang digunakan hanya satu saja dan
digunakan oleh semua bagian. Alternatif perancangan sistem akuntansi yang
diusulkan penulis dirancang untuk mengatasi kelemahan diatas dan mampu untuk
memenuhi kebutuhan pengguna sistem, memudahkan dalam hal pengarsipan dan
mencegah terjadinya keterlambatan proses pelaporan.
2. Syafrul Hadi Saputra Selay (2012), Universitas
Gunadarma, “ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN KAS PASIEN RAWAT
JALAN PADA PUSKESMAS KECAMATAN CIRACAS”
Sebagai sebuah organisasi nirlaba puskesmas
kecamatan ciracas memberikan berbagai layanan kesehatan kepada masyarakat,
salah satunya adalah rawat jalan. Untuk itu diperlukan sistem informasi
akuntansi rawat jalan yang memadai. Sistem informasi akuntansi yang diterapkan
puskesmas kecamatan ciracas terdiri dari beberapa unsur pokok, yaitu pegawai
yang berperan sebagai pelaksana sistem informasi, formulir atau catatan yang
digunakan dan prosedur utama yang membentuk sistem informasi. Keseluruhan unsur
tersebut menjadi satu kesatuan yang membentuk dan menjalankan fungsi sistem
informasi rawat jalan puskesmas kecamatan ciracas dalam tujuan memberikan
informasi yang bermanfaat bagi pengguna. Penulisan ini bermaksud untuk
menganalis penerapan sistem informasi akuntansi penerimaan kas pasien rawat
jalan pada puskesmas kecamatan ciracas. Hasil penelitian ini adalah penerapan
sistem informasi akuntansi penerimaan kas pasien rawat jalan puskesmas
kecamatan ciracas sudah berjalan efektif. Adanya susunan organisasi yang jelas
garis wewenang dan tanggungjawabnya, serta pemisahan fungsi untuk memenuhi
syarat adanya suatu pengawasan yang baik.
3. Muhammad Ibnu Naufal (2011), Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah, “SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN KAS PADA BMT
BINTARO”
Kegiatan pencatatan penerimaan kas dan
membuatkan laporan penerimaan kas merupakan kegiatan penting bagi BMT Bintaro
untuk menunjang proses bisnis kedepannya, mengingat BMT Bintaro tersebut baru
berdiri sekitar 15 bulan yang bergerak dalam sektor koperasi syariah. Dalam hal
ini BMT Bintaro selalu berusaha meningkatkan kualitas, yaitu dari segi
pencatatan penerimaan kas agar keadaan atau posisi keuangan yang dimiliki
perusahaan dapat diketahui dengan jelas. Keluhan karyawan dalam melaksanakan
tuntutan manajer BMT Bintaro untuk melakukan proses pencatatan penerimaan kas
dengan cepat, tepat dan akurat sedangkan sistem yang digunakan masih manual dan
tidak memiliki database yang update sehingga dalam proses pengerjaannya memakan
waktu yang tidak sedikit, hal ini tentu sangat bertentangan dengan tuntutan
tersebut. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan diatas maka diperlukan
suatu sistem yang dapat dengan mudah digunakan. Sistem informasi akuntansi
penerimaan kas menawarkan kemudahan dalam melakukan pencatatan penerimaan kas
serta pembuatan laporan penerimaan kas sesuai dengan jangka waktu yang
ditentukan, seperti laporan penerimaan kas per pelanggan dan per periode.
Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi
pustaka. Pendekatan menggunakan model Waterfall Strategy Sequential (strategi
air terjun beraturan) dengan Flowchart, DFD (Data Flow Diagram), ERD (Entity
Relationship Diagram), STD (State Transition Diagram) sebagai alat perancangan,
serta PHP dan MySQL sebagai alat pengkodean computer. Dari penelitian ini
menghasilkan sebuah sistem informasi akuntansi penerimaan kas untuk memudahkan
perusahaan dalam melakukan proses pengelolaan kas.
3.1 Metode Pengumpulan Data
Dalam memperoleh data-data
yang diperlukan dalam penelitian kali ini, penulis menggunakan metode sebagai
berikut:
1.
Studi Pustaka
Laporan
ini dibuat dengan mengumpulkan teori dan bahan yang digunakan berdasarkan
kepada judul yang diambil yakni sistem informasi akuntansi penerimaan kas.
Bahan dan teori tersebut berasal dari referensi-referensi buku-buku
perpustakaan, literatur-literatur, materi kuliah, situs internet serta sumber
lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian.
2.
Wawancara
Dalam
hal ini penulis mengumpulkan data dengan cara berdialog langsung dengan salah
seorang yang bekerja di PT. Tri Graha Sealisindo untuk memperoleh
keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penulisan ilmiah.
4.2 Analisis
Dalam sub bab ini penulis mencoba untuk
memberikan hasil penelitian berupa usulan-usulan untuk sistem informasi
akuntansi pada PT. Tri Graha Sealisindo berdasarkan SPI (Sistem Pengendalian
Intern) yang mudah-mudahan diterima oleh pihak PT. Tri Graha Sealisindo.
Sistem
Informasi Akuntansi Penerimaan Kas yang diusulkan:
1.
Bagian Order Penjualan
Bagian order
penjualan menerima order dari pelanggan. Lalu mengisi Faktur Penjualan Tunai
(FPT). Kemudian FPT 1 diserahakn ke bagian finance, FPT 2 diserahkan ke bagian
gudang yang didapat dari pelanggan dan FPT 3 diarsip tetap.
2.
Bagian Finance
Bagian Finance
menerima FPT 1 dari bagian order penjualan. Kemudian menerima uang dari pelanggan.
Setelah itu mengoperasikan register kas. Kemudian PRK dan FPT 1 diserahkan ke
bagian pengiriman
Bagian finance
mengisi Bukti Setor Bank (BSB). Lalu menyetor kas ke Bank. Setelah itu BSB 1
diserahkan ke Bank, BSB 2 diserahkan ke bangian akuntansi dan BSB 3 diarsip
tetap.
3.
Bagian Gudang
Bagian gudang
menerima FPT 2 dari bagian order penjualan, kemudian mencatat kedalam kartu
gudang dan menyerahkan barang. Setelah itu FPT 2 diserahkan ke bagian
pengiriman beserta barang.
4.
Bagian Pengiriman
Bagian pengiriman
menerima PRK dan FPT 1 dari bagian finance, lalu menerima FPT 2 dari bagian
gudang. Kemudian mencocokkan FPT 1 dan FPT 2, setelah cocok lalu menyerahkan
barang kepada pelanggan. Kemudian FPT 1 dan PRK diserahkan ke bagian akuntansi.
Dan FPT 2 diberikan ke pelanggan beserta barang sebagai slip pembungkus.
5.
Bagian Akuntansi
Bagian akuntansi
menerima PRK dan FPT 1 dari bagian pengiriman, lalu mencatat kedalam jurnal
penjualan dan mengarsip tetap FPT 1 dan PRK.
Bagian akuntansi
menerima BSB 2 dari bagian finance, lalu mencatat kedalam jurnal penerimaan kas
dan mengarsip tetap BSB 2 berdasarkan tanggal.
Bagian akuntansi juga
membuat formulir yang digunakan untuk merekam data transaksi, yaitu Rekapitulasi
Harga Pokok Penjualan (RHPK) dan bukti memorial. Setelah itu mencatat ke dalam
jurnal umum dan RHPK diarsip tetap.
4.2.2. Usulan Alir Dokumen Penerimaan Kas
Bagian Finance
Gambar 4.5.
Usulan Bagan Bagian Finance
Bagian Akuntansi
Gambar 4.6.
Usulan Bagan Bagian Akuntansi
4.2.3. DFD (Data Flow Diagram)
Entitas dalam DFD adalah objek eksternal dalam
sistem yang dimodelkan. Entitas ini mewakili sumber dan tujuan dari data.
Entitas dapat berupa sistem lain atau fungsi yang saling berinteraksi atau
berada di luar perusahaan, seperti pelanggan dan pemasok. DFD digunakan untuk
menyajikan sistem dalam beberapa tingkat perincian dari yang sangat umum ke
yang sangat terperinci.
Penjelasan dari diagram konteks ini dimulai
dari customer menerima Faktur Penjualan Tunai (FPT) dari sistem lalu customer
memberikan FPT yang telah diisi ke sistem. Sistem memberikan FPT kepada
customer dan customer melakukan pembayaran ke sistem kemudian sistem menerima
Bukti Setor Bank (BSB). Sistem memberikan FPT yang telah diisi ke bagian order
penjualan dan bagian order penjualan menyerahkan FPT yang telah dibuat ke
sistem. Kemudian sistem mencocokkan FPT dan PRK ke bagian pengiriman. Setelah
itu sistem membuat laporan penerimaan kas yang akan diserahkan ke manajemen.
Diagram
Konteks
Gambar 4.7
Diagram Konteks
Penjelasan
dari diagram zero ini dimulai dari sistem memberikan FPT ke customer kemudian
costomer memberikan FPT yang telah diisi ke sistem. Sistem memberikan FPT yang
telah diisi ke bagian penjualan dan bagian order penjualan memberikan FPT yang
telah dibuat ke sistem. Setelah menerima FPT, sistem menerima pembayaran dari
customer, karena telah menerima pembayaran maka mempengaruhi data kas. Kemudian
sistem menerima BSB dari bank dan
memberikan FPT ke sistem. Bagian pengiriman mencocokkan FPT dan PRK, setelah
cocok barang dikirim ke customer dengan memberikan FPT. Setelah itu sistem
membuat laporan penerimaan kas yang akan diserahkan ke manajemen.
Gambar 4.8
Diagram Zero
4.3. Rangkuman Hasil Penelitian
Sistem informasi akuntansi penerimaan kas pada
PT. Tri Graha Sealisindo diketahui memiliki empat bagian, yaitu bagian order
penjualan, bagian finance, bagian gudang dan bagian pengiriman. Bedasarkan SPI untuk
penerimaan kas ada lima bagian yaitu, bagian order penjualan, bagian finance,
bagian gudang, bagian pengiriman dan bagian accounting, sehingga pada sistem
usulan yang ditambahkan satu bagian yaitu bagian accounting, guna mencengah
adanya kemungkinan terjadi kesalahan dalam transaksi dan memanipulasi data.
Pada sistem yang ditetapkan PT. Tri Graha
Sealisindo sistem di bagian finance tidak terdapat pemisahan fungsi.
Berdasarkan SPI fungsi bagian finance harus terpisah dari fungsi akuntansi
karena akan menimbulkan kesalahan dalam transaksi. Dengan adanya pemisahan bagian
finance dan bagian accounting, maka prosedur penerimaan kas akan berjalan
sesuai berdasarkan SPI.
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan uraian pengamatan dari data yang
di dapat mengenai pelaksanaan sistem informasi akuntansi penerimaan kas pada
PT. Tri Graha Sealisindo, maka penulis dapat memberikan kesimpulan sebagai
berikut:
1.
Sistem Informasi Akuntansi penerimaan kas yang
sedang berjalan pada PT. Tri Graha Sealisindo diketahui memiliki empat bagian, yaitu
bagian order penjualan, bagian finance, bagian gudang dan bagian pengiriman.
2.
Sistem
informasi akuntansi penerimaan kas
pada PT. Tri
Graha Sealisindo belum sesuai dengan SPI oleh karena itu penulis mengusulkan untuk
menyusun sistem informasi akuntansi penerimaan kas dengan membuat lima departemen
kerja, yaitu bagian order penjualan, bagian finance, bagian gudang, bagian
pengiriman dan bagian accounting yang sudah
mengacu pada SPI agar tujuan organisasi dapat tercapai.




No comments:
Post a Comment