Topik : Studi Kelayakan Bisnis
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Mengambil keputusan
dalam melakukan investasi baik untuk jangka panjang, menengah atau pendek
menjadi hal yang penting. Berinvestasi sama halnya menyimpan untuk jangka waktu
untuk memenuhi kebutuhan akan masa yang akan datang. Sehingga dalam waktu yang
akan datang sedikit lebih terjamin kehidupan yang lebih sejahtera.
Memilih jenis investasi
yang baik menjadi factor utama dalam perencaaan bisnis. Sama halnya
meminimalisir resiko terhadap investasi nantinya. Banyak hal yang dihadapi
dalam sebuah usaha dan perlu adanya perencanaan ekstra adalah resiko fraud,
resiko gagal pemasaran produk, resiko financial.
Dunia bisnis sama
halnya dengan resiko. Perbandingan yang tidak asing lagi sehingga menjadi hal
urgen ketika memilih jalan berinvestasi. Perbandingan antara orang yang memilih
berinvestasi dengan yang tidak dapat dilihat dengan lebih banyaknya orang
berinvestasi. Mereka sadar dan tau akan kebutuhan masa yang akan datang akan
lebih menentukan kesejahteraaan mereka sendiri.
Menjadi latar belakang
penulisan makalah ini yaitu bagiamana mempelajari ruang lingkup studi kelayakan
bisnis. Menjadi menarik manakala berinvestasi dengan aman, sehingga perlu
adanya studi kelayakan bisnis sebagai bahan atau literature bagaimana memilih
prospek bisnis yang baik. Sehingga memberikan keuntungan yang maksimal.
B. RUMUSAN
MASALAH
Dari uraian singkat
latar belakang diatas penulis merumuskan beberapa rumusan masalah yang menjadi
pokok atau inti dari penulisan makalah ini. Beberapa rumusan masalah dalam hal
ini yaitu sebagai berikut:
1. Bagaimana
alur atau tahapan ruang lingkup studi kelayakan bisnis?
2. Apakah
tujuan dan manfaat ruang lingkup studi kelayakan bisnis?
3. Siapa
saja kah pihak yang membutuhkan studi kelayakan bisnis?
C. TUJUAN
Beberapa tujuan yang
ingin dicapai dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari pada rumusan
masalah. Rumusan masalah menggambarkan bagiamana alur tujuan pemahaman
penulisan makalah ini. Beberapa tujuan penulisan makalah ini yaitu:
1. Agar
memahami alur atau tahapan ruang lingkup studi kelayakan bisnis
2. Agar
memahami tujuan manfaat ruang lingkup studi kelayakan bisnis
3. Agar
mengetahui pihak-pihak yang membutuhkan studi kelayakan bisnis
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
STUDI KELAYAKAN BISNIS
Untuk memahami studi
kelayakana bisnis ada hal yang harus dipahami secara mendalam apa yang dimaksud
dengan studi kelayakan bisnis serta kegiatan apa saja yang dilakukan dalam
studi kelayakan bisnis, maka ada baiknya terlebih dahulu kita memahami
pengertian investasi dan kegiatan investasi serta pengertian proyek dan bisnis.
Dalam arti luas
investasi menurut Wiliam Sharpe (2005) dalam bukunya investement adalah
mengorbankan dollar sekarang untuk dollar di masa yang akan datang. Dalam
pengertian ini terkandung 3 atribut yang penting dalam investasi yaitu adanya
keuntungan,resiko, dan tenggang waktu.
Mengenal investasi atau
kegiatan bisnis pastilah mengenal yang dimaksud dengan perusahan. Menurut
Raymond E. Glos dalam bukunya Business Its Natrue and Enviroment: an
Introducing, Perusahaan diartikan sebagai sebuah organisasi yang memproses
peruhanan keahlian dan sumbe rdaya ekonomi menjadi barang dan/atau jasa yang
diperuntukkan bagi permuasan kebutuhan para pembeli, serta diharapkan
memberikan laba kepada para pemiliknya. Sedangkan , bisnis dapat
diartikan sebagai seluruh kegiatna yang diorganisasikan oleh orang-orang
tertentu yang bergelut di bidang perniagaan, perdagangan, konsumen dan
distribusi dimana perusahaan berada, dalam rangka memperbaiki standar kualitas
hidup mereka.
Dengan demikian studi
kelayakan bisnis dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan penelitian atau
mempelajari secara mendalam terhadap suatu rencana bisnis yang nantinya akan
dijalankan, tidak hanya menganalisis layak atau tidaknya suatu usaha bisnis
tersebut dijalankan akan tetapi dapat pula sebagai usaha dalam rangka mencapai
keuntungan yang maksilam untuk waktu yang tidak ditentukan.
B. STUDI
KELAYAKAN PROYEK DAN STUDI KELAYAKAN BISNIS [SKB]
Studi Kelayakan Proyek
dan Studi Kelayak Bisnis dua hal yang mungkin terdengar hampir sama atau sama
namun memiliki perbedaan yang cukup banyak, walaupun tujuan utamanya sama yaitu
memperoleh laba. Beberapa perbdaan yang dapat kita ketahui dari studi kelayakan
proyek dan studi kelayak bisnis.
Ciri-ciri dari dua
pemahaman yang sama dapat kita lihat dengan mengenali ciri-ciri pokok proyek
antara lain yaitu:
1. Memiliki
tujuan khusus, produk akhir, atau hasil kerja akhir
2. Biaya,
jadwal kerja, sumber daya, criteria mutu yang diperlukan telah dintentukan.
3. Kegiatan
bersifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya tugas. Titik
awal dan akhir kegiatan-kegiatan telah ditentukan dengan jelas.
4. Kegiatan
bersifat tidak rutin, tidak berulang-ulang (continue). Jenis dan
intensitas kegiatan berubah hanya sepanjang proyek berlangsung.
Istilah proyek juga
kita mungkin kenal dengan istilah program artinya memiliki sifat yang sama
seperti proyek, hanya perbedaanya terletak pada kurun waktu pelaksanaan dan
besarnya sumber daya yang diperlukan. Program memiliki skala lebih besar dari
proyek.
Ciri khusus yang
mungkin kita dapat simpulkan dari bisnis sindiri yaitu kegiatan yang
berkesinampungnan (continue). Dan memiliki proses pengolahan produk itu
sendiri dari produk awal sampai dengan produk akhir.
C. MANFAAT
STUDI KELAYAKAN BISNIS [SKB]
Adanya studi kelayakan
dalam bentuk apapun terutama dalam sebuah bisnis pastilah memiliki manfaat yang
cukup banyak, baik untuk internal maupun eksternal pihak yang melakukan studi
kelayakan bisnis itu sendiri.
Beberapa manfaat studi
kelayakan bisnis antara lain yaitu:
1. Manfaat
bagi Investor , jika hasil studi kelayakan bisnis tersebut dinilai
layak untuk diaplikasikan dilapangan, maka hasil laporan studi kelayakan bisnis
pun layak untuk ditawarkan kepada calon investor. Sebab investor berkepentingan
secrala langsung tentang keuntungan yang akan diperoleh serta jaminan atas
keselamatan modal yang akan ditanamkan.
2. Manfaat
bagi Kreditor, pihak yang sering kali atau yang paling kita fahami mana
kala ingin memperoleh dana tidak lain adalah bank secara umum. Pihak kreditor
akan memberikan dana atau modal kredit jika usaha yang dijalankan secara penuh
bahkan akan menawarkan diri jika usaha yang akan dijalankan telah teruji dalan
layak.
3. Manfaat
bagi Manajemen Perusahaan, bagi sebuh perusahaan sudahlah tentu banyak
memberikan manfaat secara manajemen internal maupun eksternal perusahaan.
Perusahan melakukan studi kelayakan bisnis atau memanfaatkan studi kelayakan
bisnis tidak lain adalah untuk melakukan ekspansi untuk peningkatan laba
perusahaan.
4. Manfaat
bagi Pemerintah dan Masyarakat, dalam pelaksanaan studi kelayakan bisnis
harusalah meperhatikan kebijakanp kebijakan yang ditetapkan pemeirntah karena
bagaimana pun pemerintah dapat secara langsung maupun tidak lansung
mempengaruhi kebijakan perusahaan. Penghematan devisa, dan pemakainan tenaga
kerja masal merukapan contoh-contoh kebijakan pemerintah di sector ekonomi
5. Manfaat
bagi Pembangunan Ekonomi, dalam studi kelayakan bisnis untuk menjadikan
usaha tersebut layak untuk dijalankan perlu meperhatikan aspek-aspek rencana
pembangunan nasional, sehingga memberikan kontribusi demi tujuan pembangunan
ekonomi nasional.
D. TUJUAN
DAN FUNGSI STUDI KELAYAKAN
Pastilah dalam
melakukan studi atau melakukan analisis tehadap proyek atau ushaa memiliki
tujuan, dan tujuan akan memberikan manfaat berupa fungsi dari apa yang
dijalankan. Dalam hal ini tujuan dari studi kelayakan bisnis sendiri yaitu:
1. Meminimalisir
resiko
Studi
kelayakan bisnis atau proyek dilakukan bertujuan utama untuk meminimalisir
resiko kerugian usaha yang akan datang, sebab kondisi yang akan datang tidak
dapat dipastikan. Namun dapat dianalisis atau diramalkan baik untuk resiko yang
dapat dikendalikan ataupun resiko yang tidak dapat dikendalikan.
2. Memudahkan
perencanaan
Sebuah
usaha yang didahului dengan sutudi kelayakan maka akan memudahkan perencaan
suatu usaha untuk dijalan dalam waktu tertentu. Beberapa hal yang dimudahkan
dalam perencanaan yaitu jumlah dana yang dibutuhkan, lokasi akan dibangun,
siapa yang melaksanakan, cara menjalankan, besar keuntungan yang diperoleh
serta mudah mengawasi jika terjadi penyimpangan.
3. Memudahkan
pelaksanakan pekerjaan
Adanya
rencana pastilah memudahkan job atau posisi yang nantinya akan diisi atau
diberikan. Sehingga pelaksana yang menjalankan memiliki pendoman yang harus
ikuti.
4. Memudahkan
Pengawasan
5. Memudahkan
pengendaliaan
E. FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI TINGKAT INTENSITAS STUDI KELAYAKAN BISNIS [SKB]
Besarnya dana yang
diinvestasikan. Umumnya semakin besar dana jumlah yang ditanamkan akan semakin
mendalam studi yang perlu dilakukan.
Tingkat ketidakpastian
bisnis. Semakin sulit kita memprediksikan penghasilan penjualan,
biaya, aliran kas, dan lain-lain, semakin berhati-hati dalam melakukan studi
kelayakan. Hal ini misalnya untuk investasi pada produk-produk baru. Berbagai
cara ditempuh untuk mengatasi ketidakpastian ini, dengan analisis sensitivitas,
taksiran konservatif, dan sebagainya.
Kompleksitas
elemen-elemen yang mempengaruhi bisnis. Faktor-faktor yang
mempengaruhi suatu bisnis mungkin menjadi sangat kompleks, sehingga pihak yang
melakukan studi kelayakan terhadap bisnis tersebut akan semakin berhati-hati.
F. HUBUNGAN
ANTARA STUDI KELAYAKAN BISNIS [SKB] DENGAN DISIPLIN ILMU LAINNYA
Studi kelayakan
dibangun dari disiplin ilmu lainnya. Tanpa sumbangan ilmulainnya, Studi kelayakan tidak mungkin ada. Studi
Kelayakan merupakan ilmuterapan, sebagai ilmu terapan digunakan untuk
menyelesaikan suatu masalah dalamkegiatan ekonomi dan Studi Kelayakan
dilengkapi dengan berbagai alat bantu yang berasal dari berbagai disiplin
ilmu lain. Sebagai contoh misalnya untuk mengetahuiapakah produk yang
dihasilkan dapat diterima pasar atau tidak teori dan ilmunya ada di Manajemen
Pemasaran, barang dan jasa yang dihasilkan apakah sudah diproduksisecara
efektif dan efisien bisa dipelajari di Manajemen Operasi, apakah bisnis
yangakan dijalankan menguntungkan atau tidak Manajemen Keuangan
menyediakan penghitungan proyeksi laba rugi, arus kas dan rasio-rasio
keuangannya.
1. Pemasaran
Bentuk kontribusi
a. Analisa
permintaan dan penawaran
b. Mencari
pasar danmenghitung pasar potensial, permintaan efektif,
segmen pasar
c. Analisis persaingan
d. Pemilihan
strategi pemasaran
Manfaat
Untuk
mengetahui danmenilai apakah produk yangdihasilkan dapat diterimadan diserap
oleh pasar
2. Manajemen
SDM
Bentuk kontribusi
a. Struktur Organisasi
b. Analisa Jabatan
c. Proses
Rekrutmen
d. Teknik pemberian kompensasi
e. Teknik
pemberian motivasi
f. Masalah
pemeliharaan tenagakerja
Manfaat
Untuk
menilai kapabilitastim dan menempatkan orang pada tempat yang tepat
3. Manajemen Keuangan
Bentuk Kontribusi
a. Menentukan Modal Kerja
b. Menentukan
ModalInvestasi
c. Menilai arus kas
d. Membuat
proyeksi rugilaba dan neraca perusahaan
e. Mengetahui
tingkat pengembalian modal
f. Mengetahui
profitabilitas,likuiditas, dan rentabilitas usahayang dijalankan
Manfaat
Mengetahui
apakah bisnisyang akan dijalankanmenguntungkan / tidak
4. Manajemen
Operasidan Produksi
Bentuk Kontribusi
a. Pemilihan
desain produk yangakan diproduksi
b. Penghitungan
kapasitas perusahaan
c. Pemilihan
mesin dan teknologserta peralaan yang akandigunakan
d. Penentuan
lokasi usaha
e. Penataan
lay-out mesin, bangunan dan fasilitas lain
f. Penghitungan
skala produksiyang ekonomis
Manfaat
Untuk
mengetahui danmenilai apakah barang dan jasa yang dihasilkan sudahdiproduksi
secara efektif danefisien.
5. Aspek
Hukum Dalam bisnis
Bentuk Kontribusi
a. Memilih
badan hukum yangtepat
b. Menentukan
prosedur pendirian
c. Menilai
apakah usaha yangakan dijalankan melangar ketentuan UU atau ketentuan peraturan
yang berlaku / tidak
Manfaat
Untuk
menilai bentuk organisasi yang tepat
6. Ilmu
Sosial danLingkungan
Kontribusi
a. Dampak
pencemaranlingkungan (Amdal)
b. Penyerapan tenaga kerja
Manfaat
Untuk
menilai dampak pencemaran dan pengaruh-nya terhadap kondisi social
G. LANGKAH
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI
Berinvestasi merupakan
bagian dari perencanaan keuangan untuk masa yang akan datang. Dengan berbagai
jenis tawaran bentuk investasi yang variatif sehingga memberikan peluang kepada
kita untuk memilih. Jenis investasi sendiri ada dua macam yaitu investasi nyata
(real investemen) dan investasi financial (financial investemen).
Berinvestasi perlulah
ada perimbangan yang benar-benar matang. Upaya bagaimana meminimalisir resiko
gagal nantinya kedepan, sehingga Ada beberapa Langkah-langkah proses dalam
pengambilan keputusan investasi yakni sebagai berikut:
1. Mencari
peluang investasi
Mencari
peluang investasi menjadi hal yang paling utama dalam mengambil keputusan
investasi dengan melakukan riset atau identifikasi kesempatan investasi.
Sehingga memerlukan studi kelayakan lebih mendalam.
2. Memilih
altenatif investasi
Mentuk
alternative investasi merupakan bentuk antisipasi jika nantinya usaha peluang
usaha yang dilakukan diawal mengalami kegagalan. Sehingga perlu perlulah
memilih investasi.
3. Menyusun
rancangan pelaksanaan
Menyusun
rancangan pelaksanaan dapat dilakukan dengan melihat pedoman yang telah kita
dapatkan dari melakukan studi kelayakan bisnis usaha. Dengan memlihat beberapa
factor utama sehingga investasi yang dijalankan dapat berjalan dan terkontrol
dengan baik.
4. Realisasi
dan pengendalian
Realisasi
lebih cepat akan memberikan gambaran prospek dari hasil studi kelayakan bisnis.
Bagaimana usaha itu berjalan sesuai atau tidak dengan hasil studi ataukan
memerlukan pertimbangan untuk dijalankan kembali.
H. IDENTIFIKASI
KESEMPATAN USAHA
Dalam sebuah
pererencanaan bisnis pastilah perlu melakukan identifiaksi lapangan atau
kesempatan peluang usaha yang nantinya akan dipakai. Untuk itu ada beberapa
cara dalam melakukan identifikasi kesempatan usaha yang perlu diperhantikan
antara lain yaitu:
1. Peluang
bisnis potensial
Ada
beberapa ciri-ciri peluang usaha yang memiliki potensial yaitu antara lain
sebagai berikut:
a. Bisnis
yang dibangun adalah bisnis yang potensial atau memilki bilai jual yang cukup
tinggi
b. Tidak
menjadikan bisnis itu hanya sebagai ambisi pribadi semata tetapi
sifatnya nyata
c. Bisnis
itu mempunyai waktu bertahan yang lama dipasar
d. Tidak
banyak menghabiskan modal (uang ) Anda karena investasi yang terlalu besar
e. Tidak
bersifat momentum (kejadian sesaat) atau bersifat musiman
f. Bisa
ditingkatkan skalanya menjadi skala industry
Oleh
sebab itu, untuk memulai usaha bisnis atau memiliki bisnis yang potensial, kita
perlu mengetahui nsur-ciri sebuah peluang yang mendasari sebuah Bisnis yang
baik untuk Anda, nsur-ciri peluang bisnis yang baik adalah:
a. Peluang
itu orisinil dan bukan tiruan; bisnis yang sukses itu bukan hanya meniru bisnis
orang lain. Bisnis yang hanya meniru belum tentu hasilnya sama persis dengan
bisnis yang ditiru tersebut. Hal ini disebabkan karena kondisi dan situasi yang
telah terjadi dan yang akan terjadi belum tentu sama,”bisnis itu bukan mesin
fotocopy”.
b. Peluang
itu harus bisa mengantisipasi perubahan persaingan dan kebutuhan pasar dimasa
yang akan datang. Dalam arti peluang itu harus dapat ditingkatkan nilai kualnya
serta bisa terus diinovasi.
c. Benar-benar
sesuai dengan ‘minat’ Anda atau ada ‘link’ dengan pengetahuan, keahlian dan
sifat Anda agar peluang itu dapat bertahan lebih lama.
d. Tingkat
visibilitas (kelayakan usaha) benar-benar teruji; untuk itu perlu dilakukan
penelitian dan uji coba dipasar.
e. Bersifat
ide yang kreattif dan inovativ bukan tiruan dari ide orang lain
f. Anda
yakin bisa mewujudkannya dan sukses untuk menjalaninya.
g. Anda
senang menjalankannya dan benar-benar suka bisnis tersebut.
2. Faktor
keberhasilan peluang usaha
Faktor-faktor
keberhasilan sebuah peluang usaha agar bisnis Anda berhasil adalah hal yang
urjen yang perlu diperhatikan . Faktor-faktor keberhasilan sebuah peluang usaha
adalah sebagai berikut:
a. Peluang
itu memenuhi unsur-ciri peluang bisnis
b. Berawal
dari uji test pasar dan uji coba (trial) seperti:
· Seberapa
besar tingkat kebutuhan produk Anda dipasar. Apakah tinggi atu rendah
· Seberapa
besar tingkat kontinuitas kebutuhan akan produk tersebut
· Mengetahui
nsure, mengapa orang enggan membeli, memakai, dan menggunakan jasa atau produk
Anda
c.
Mengikuti dan memenuhi kebutuhan konsumen
d. Mengikuti
trend (kecenderungan) perubahan pasar
e. Bisa
terus menerus diinovasi dan di tingkatkan kualitasnya
f. Resiko
kegagalannya tidak besar saat pertama kali dimulai. Dalam arti tingkat
visibilitasnya telah diperhitungkan dengan waktu saat diluncurkan di pasar.
g. Merupakan
alternative terbaik dari peluang-peluang yang ada
3. Factor
kegagalan peluang usaha
Factor
kegagalan peluang usaha menjadi perimbangan dalam memilih atau
mengidentifikasi usaha. Untuk itu perlu diketahui nsure-faktor kegagala peluang
usaha agar bisa meminimalisir resiko usaha. Faktor-faktor itu adalah:
a. Kebutuhan
pasarnya tidak bersifat monoton dan musiman sehingga tidak hanya bersifat
jangka pendek
b. Peluang
itu sudah “kadaluarsa” atau telah banyak ada orang yang memulai bisnis tersebut
c. Tidak
segera mengambil keputusan untuk memulainya sehingga peluang itu lewat begitu
saja. Istilahnya NADO (Not Action Dream Only) atau NAPO (Not Action Plan Only)
d. Waktunya
sudah lewat, terjadi perubahan kebutuhan atau muncul teknologi baru yang telah
membuat peluang produk atau jasa itu out of date (basi)
e. Survey
pasar tidak akurat, artinya hal itu hanya sekedar persepsi Anda yang menyatakan
bahwa peluang itu sangat potensial lalu segera dilaksanakan begitu saja, Jadi
tingkat akurasi peluang terhadap PASAR tidak tepat sehingga menyebabkan produk
itu tidak laku dipasar
f. Mudah
ditiru atau di buat oleh orang lain
g. Daya
beli rendah
h. Kebutuhan
tidak kontinyu
i. Tingkat
kebutuhan kecil
j. Pemilihan
alternative ide-ide bisnisnya salah
4. Pemberdayaan
dan pengembangan usaha
Setelah
anda melakukan survey, riset, uji coba pasar maka peluang Anda harus
diberdayakan menjadi peluang emas. Caranya sebagai berikut:
a. ATMI:
Amati – Tiru – Modifikasi dan Improvisasi. Setelah Anda melakukan survey dan
riset, maka salah satu jalan untuk memberdayakan peluang Anda adalah strategi
ini (ATMI). Melalui ATMI anda akan mudah mengambangkan sebuah produk menjadi
lebih unggul dari produk sebelumnya sehingga kemungkinan untuk dapat diterima
dipasar menjadi lebih besar.
b. Make
It Better: Membuat peluang Anda di pasar menjadi lebih baik lagi setelah survey
pasar; misalnya produk yang Anda buat menjadi lebih cepat, lebih kecil, lebih
enak, lebih ringan dll
c. Make
It One: Menjadikannya sebagai yang pertama. Peluang yang baik adalah peluang
bisnis yang pertama kali Anda lakukan sebelum orang lain melakukannya. Untuk
itu, strategi ini akan menjadi pilihan terbaik. Contohnya adalah:
· Menjadi
yang terbesar
· Menjadi
yang terlengkap
· Menjadi
yang tercanggih
· Menjadi
yang tercepat
· Menjadi
yang teringan
· Menjadi
yang terbaik
d. Make
Your Product Be A Specialist: Produk Anda adalah produk yang khusus dan Anda
menjadi specialist: Contohnya:
· Bengkel
motor khusus Harley Davidson
· Bengkel
motor khusus Vespa
· Batik
Tulis Halus
· Restoran
Bebek Hitam
e. Clonner:
Meniru habis tetapi menggunakan merek yang berbeda. Cara ini sering dilakukan
oleh orang lain, tetapi harus berhati-hati mengingat ada nsure hak Paten, HAKI
(Hak Atas Kekayaan Intelektual), atau tuntutan dari pihak yang ditiru. Jadi
apabila Anda ingin melakukan Clonner, jiplaklah fungsi dan tujuan penggunaan
produknya, bukan merek, bentuk dan kemasannya.
f. Subtitute:
Menjadi produk pengganti. Cara ini juga efektif bila Anda memulai bisnis di
mana pasar sudah cukup besar dengan menjadi produk pengganti dari produk
pesaing yang paling besar atau yang menengah.
I. PIHAK-PIHAK
YANG MEMERLUKAN STUDI KELAYAKAN BISNIS [SKB]
Pembuatan studi
kelayakan digunakan untuk memenuhi permintaan pihakpihak yang berbeda.
Masing-masing pihak mempunai kepentingan serta sudut pandang yang berbeda.
1. Pemilik
Usaha
Pemilik usaha secara
langsung sangat berkepentingan terhadap hasil dari analisis studi kelayakan
yang telah dibuat, dalam hal ini disebbakan para pemilik tidak mau jika sampai
dana yang ditanamkan mengalami kerugian.
2. Investor
Pihak yang menanamkan dana
dalam suatu proyek tentunya akan lebih memperhatikan prospek usaha tersebut.
Prospek disini dimaksudkan keuntungan beserta resiko investasi. Gambaran pospek
ini sedikit banyak tercermin dari suatu Studi Kelayakan Bisnis (SKB)
3. Kreditur/Bank
Pihak kreditur/ Bank
memperhatikan segi keamanan dana yang dipinjamkan. Mereka mengharapkan bunga
plus angsuran pokok bisa dibayarkan tepat waktu.
4. Pemerintah
Pemerintah terutama
lebih berkepentingan dengan manfaat proyek tersebut bagi perekonomian nasional.
5. Masyarakat
Luas
Manfaat dari studi
kelayakan bisnis pangkalnya adalah memberikan feed back kepada masyarakat
dengan memberikan lapangan pekerjaan, sehingga dalam hal ini masyarakat luas
memiliki kepentingan dalam studi kelayakan bisnis ini.
J. TAHAPAN
STUDI KELAYAKAN BISNIS [SKB]
Beberapa tahapan studi
kelayakan bisnis jika akan dikerjakan. Berikut beberapa tahapan studi kelayakan
bisnis yang banyak dilakukan:
1. Menemukan
ide
Mencoba menggali
beberapa ide usaha yang muncul dan memiliki peluang atau potensi. Setelah itu
memilih beberapa ide sebagai pertimbangan akhir untuk memutuskan satu atau dua
ide yang akan dilakukan studi.
2. Mengumpulkan
data dan informasi
Setelah menemukan ide
yang telah mengeliminasi beberapa ide usaha dan terdapat satu ide usaha yang
benar-benar memiliki prospek baik kedepan selanjutnya melakukan pengumpulan
data.
3. Pengolahan
data
Beberapa data dan
informasi yang telah terkumpul selanjutnya dilakukan ferifikasi atau melakukan
pengolahan. Mengetahui sejauh mana data terkumpul telah cukup memenuhi beberapa
criteria atau kebutuhan yang ingin dicapai.
4. Menganalisis
data
Beberapa criteria
infroamsi data yang telah dilakukan pengolahan selanjutnya coba melakukan dan
menganalisis sejauh mana ide dapat diterima nantinya sebagai bahan studi.
5. Evaluasi
Evaluasi berarti
melakukan perbandingan sesuatu dengan satu atau lebih standar atau criteria,
baik yang bersifat kuantitatif ataupun kualitatif. Tiga macam evaluasi.
Pertama, evaluasi usulan. Kedua, evaluasi yang sedang dibangun. Dan ketiga,
evaluasi bisnis yang telah operasional rutin.
6. Pengurutan
usulan yang layak
Jika telah dilakulan
beberapa tahapan sebelumnya selanjutnya, mengambil usulan bisnis yang
benar-benar layak untuk prioriti dikerjakan atau direncakan pelaksanaanya. Atau
mempertimbangan usulan yang paling layak untuk dilakukan rencana pelaksanaan.
7. Rencana
pelaksanaan
Setelah didapat
priority yang layak untuk dikerjalan selanjutnya dilakukan rencana kerja
pelaksanaan studi guna menjadi pedoman dalam pelaksanaan nantinya.
8. Pelaksanaan
Tahap akhir telah
melakukan proses pemilihan ide sampai dengan rencana peksanaan yang
telah matang. Sehingga pelaksanaan kerja akan maksimal nantinya. Dan
menghasilkan keputusan yang menghasilkan nilai yang besar.
BAB III
PENUTUP
A. SIMPULAN
Dari uraian pembahansan
mengenai ruang lingkup studi kelayakan bisnis diatas. Penulis mengambil
beberapa simpulan sebagaimana tujuan dari penulisan makalah ini. Sehingga
pembaca benar-benar memahami tulisan penulis dan memberikan manfaat.
Beberapa simpulan diantaranya yaitu:
·
Alur atau tahapan ruang lingkup studi
kelayakan bisnis meliputi pemahaman konsep bisnis sebagai bahan acuan
pelaksanaan studi kelayakan bisnis . sehingga dalam perjalanya beberapa aspek
studi kelayakan bisnis seperti, aspek hokum, social ekonomi budaya,
pasar dan pemasaran, teknis dan teknologi, manajemen dan keuangan.
·
Tujuan dan manfaat ruang lingkup studi
kelayakan bisnis secara umum teridiri dari dua hal yaitu tujuan dan manfaat
secara internal perusahaan dan eksternal perushaaan.
·
Pihak yang membutuhkan studi kelayakan
bisnis ada beberapa mulai dari diri sandiri sampai dengan masyarakat secara
umum memiliki kepentingan dalam studi kelayakan bisnis
B. SARAN
Penulisan makalah yang
penulis buat ini tidak sempurna masih banyak memiliki salah sehingga pada
penulis, selanjutnya perlu memperhatikan beberapa aspek penulisan yang pelu
menjadikan koreksi jika benar terdapa kekuarangan, mulai dari inti pembahasan
sampai dengan memberikan simpulan atas penulisan makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Husnan, Suad, Suwarono.
1994. Studi Kelayakan Proyek, Edisi Ketiga, UPPAMP YKP Yogyakarta
Ibrahim, Yacob. 2003. Studi
Kelayakan Bisnis, Cetakan Kedua, PT. RinekaCipta, Jakarta.
Kasmir dan Jakfar.
2006. Studi Kelayakan Bisnis. Kencana. Jakarta.
Subagyo, Ahmad. 2007.
Studi Kelayakan. PT. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.
Jakarta.
Sucipto Agus. 2010.
Studi Kelayakan Bisnis.
Umar Husein. 2005. Studi
Kelayakan Bisnis edisi 3. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Nama : Budhi Hendratama
NPM : 21213798
Kelas : 1EB16
No comments:
Post a Comment