Fakultas Ekonomi - Manajemen
Universitas Gunadarma
Mata Kuliah: Perilaku Konsumen
Dosen : Ambo Sakka H.
Kelompok :
3
Anggota :
Isnan Salafi (14213560)
:
Mulya Rachim (16213206)
:
Risqih Maulana (17213821)
:
Riza Arisandy (17213865)
:
Suryana (18213709)
:
Fahmi Arif Muhammad (13213074)
: Budhi Hendratama (11213798)
Kelas :
3EA19
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada dasarnya kepribadian dapat dijelaskan sebagai
karakteristik psikologi yang menentukan dan menggambarkan bagaimana seseorang
merespon lingkungannya. Walaupan kepribadian cendrung konsisten dan bertahan
lama. Tetapi dapat berubah dengan tiba-tiba sebagai respon terhadap berbagai
peristiwa hidup yang utama maupun secara berangsur-angsur dari waktu ke waktu.
Adapun pengetrian perilaku konsumen, yaitu tingkah laku dari konsumen, dimana
mereka dapat mengilustrasikan untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan
memperbaiki suatu produk dan jasa mereka.
Menganalisis perilaku konsumen akan lebih mendalam dan
berhasil apa bila kita dapat memahami aspek-aspek pisikologis manusia secara
keseluruhan. Kemampuan dalam menganalisis perilaku konsumen berarti
keberhasilan dalam menyelami jiwa konsumen dalam memenuhi kebutuhannya. Dengan
demikian berarti pula keberhasilan pengusaha, ahli pemasaran, pimpinan toko dan
pramuniaga dalam memasarkan suatu produk yang membawa kepuasan kepada konsumen
dan diri pribadinya.
Setiap individu mempunyai citra diri yang dirasakan sebagai
salah satu orang tertentu sifat-sifat, kebiasaan, pemilikan barang, hubungan
dan cara berperilaku tertentu. Para konsumen sering berusaha memelihara,
meningkatkan, atau memperluas citra diri.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Kepribadian
Kepribadian
adalah karakteristik psikologis seseorang yang menentukan dan merefleksikan
bagaimana seseorang merespon lingkungannya (Schiffman & Kanuk , 2000).
Berdasarkan definisi ini maka nampak bahwa yang ditekankan
adalah karakter-karakter internal termasuk didalamnya berbagai atribut, sifat,
tindakan yang membedakannya dengan orang lain. Dalam studi kepribadian terdapat
tiga hal berbeda yang sangat penting, yaitu kepribadian mencerminkan perbedaan
individu, kepribadiaan bersifat konsisten dan bertahan lama dan kepribadian
dapat berubah.
2.2 Teori
Kepribadian
Secara
singkat tiga teori kepribadian yang utama, yaitu:
1. Teori
Freud
Teori psikoanalisis mengenai kepribadian dari Sigmund Freud
merupakan dasar dari psikologi modern. Teori dibangun atas dasar pemikiran
bahwa kebutuhan dan dorongan yang tidak disadari, terutama dorongan seksual dan
biologis lainnya. Freud mengemukakan bahwa kepribadian manusia terdiri dari
tiga sistem yang saling mempengaruhi, yaitu id, superego, dan ego.
2. Teori
Kepribadian Neo-Freud
Beberapa rekan Freud tidak sepakat dengan pendiriannya bahwa
kepribadian terutama bersifat naluriah dan seksual. Sebaliknya penganut
Neo-Freud ini percaya bahwa hubungan sosial menjadi dasar pembentukan dan
pengembangan kepribadian. Harry Stack Sullivan, pengikut Neo-Freud lainnya,
menekankan bahwa manusia terus menerus berusaha membangun hubungan yang berarti
dan bermanfaat dengan orang lain. Ia, terutama tertarik pada berbagai usaha
mengurangi tekanan, seperti kegelisahan. Karen horney juga tertarik pada
kegelisahan. Ia memfokuskan pada pengaruh hubungan anak dan orang tua, dan
individu untuk mengatasi perasaan gelisah. Horney mengemukan bahwa para
individu dikelompokkan ke dalam tiga golongan kepribadian, yaitu patuh,
agresif, dan lepas dari orang lain.
3. Teori
Sifat
Teori sifat merupakan awal penting berpisahnya dari pengukuran
kualitatif yang menjadi ciri khas gerakan pengikut Freud dan Neo-Freud. Teori
ini memfokuskan pada pengukuran kepribadian menurut karakteristik psikologis
yang khusus yang disebut sifat. Sifat didefinisikan sebagai cara yang khas dan
relatif bertahan lama yang dapat membedakan seorang individu dari individu
lainnya.
2.3 Kepribadian dan
Memahami Perbedaan Konsumen
Beberapa
sifat kepribadian khusus yang memberiakan wawasan mengenai perilaku konsumen,
yaitu:
1. Keinovatifan
Konsumen dan Sifat Kepribadian yang Berkaitan
Sifat-sifat kepribadian yang berguna untuk membedakan antara
inovator konsumen dan bukan inovator meliputi sifat konsumen yang berupa
keinovatifan, dogmatisme, karakter sosial, tingkat stimulasi potimum, dan sifat
mencari variasi kesenangan baru.
2. Faktor
Kepribadian Kognitif
Para peneliti konsumen semakin tertarik pada cara
faktor-faktor kepribadian kognitif mempengaruhi beberapa aspek perilaku
konsumen. Khususnya dua sifat kepribadian kognitif, yaitu kebutuhan akan
kognisi dan orang yang suka visual versus orang yang suka verbal telah
bermanfaat dalam memahami berbagai aspek perilaku konsumen yang dipilih.
3. Dari
Materialisme Konsumen sampai ke Konsumsi Kompulsif
Para peneliti konsumen menjadi semakin tertarik untuk
mempelajari berbagai sifat konsumsi dan sifat kepemilikan yang saling
berkaitan. Sifat-sifat ini berkisar dari materialisme konsumen sampai ke
perilaku konsumsi yang mendalam ke perilaku konsumen yang kompulsif.
4. Respon
Terhadap Produk Buatan Luar Negeri
Dalam usaha membedakan antara segmen konsumen yang cendrung
mau menerima berbagai produk buatan luar negeri dan konsumen yang tidak, para
peneliti telah menyusun dan menguji skala ethnosentrisme konsumen.
2.4 Perilaku
Konsumen
Adapun pengertian perilaku konsumen, yaitu tingkah laku dari
konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan untuk membeli, menggunakan,
mengevaluasi dan memperbaiki dan memoerbaiki sutu peroduk dan jasa mereka.
Fokus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk
mengkonsumsi suatu barang.
1. James
F Engel
Perilaku konsumen di definisikan tindakan-tindakan individu
secara langsung terlibata dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang
jasa ekonomi termasuk proses pengambilan kepustusan yang mendahului dan
menentukan tindakan-tindakan tersebut (1988:8).
2.David
L Loundon
Perilaku konsumen dapat diDefinisikan sebagai proses
pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam
mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau dapat mempergunakan barang-barang
atau jasa (1984:6).
3.Gerald
Zaltman
Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan, proses dan
hubungan sosial yang di lakukan oleh individu, kelompok dan organisasi dan
mendapatkan, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai sutu akibat dari
pengalaman dengan produk, pelayanan dan dumber-sumber lainya. (1979:6)
Dari beberapa Definisi tersebut di atas maka dapat di tarik
suatu kesimpulan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang
dilakukan oleh individum, kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan
proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau
jasa ekonomi yang dapat di pengaruhi lingkungan.
2.1 Kepribadian
Merk
Dalam teori Freud pernah memperkenalkan gagasan kepribadian
produk, para konsumen juga mendukung gagasan kepribadian merk, dimana mereka
menghubungkan berbagai sifat atau karakteristik mirip kepribadian , pada
berbagai merk di berbagai macam golongan produk.
Beberapa bentuk dari kepribadian merk, yaitu personifikasi
merk, keperibadian produk dan gender, serta kepribadian dan warna.
2.2 Diri
dan Citra Diri
Para konsumen mempunyai berbagai macam citra diri yang
sangat erat hubunhanya dgn kepribadian. Adapun diri dan citra diri tersebut,
meliputi satu atau banyak pribadi, susunan citra diri, perluasan diri ,
mengubah diri serta keangkuhan dan perilaku konsumen.
2.7 Kepribadian
atau Diri yang Sesungguhnya
Dengan
meluasnya minat untuk menggunakan internet sebagai bentuk hiburan dan sebagai
wahana sosial untuk bertemu orang-orang baru yang mempunyai minat yang sama.
Contoh
pokok persoalan dari skala kesombonga, yaitu pokok persoalan yang berkaitan
dengan fisik, pokok persoalan pandangan fisik, pokok persoalan yang berkaitan
dengan pencapaian prestasi, dan pokok persoalan pandangan terhadap prestasi.
BAB III
PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN
3.1 Definisi
Kepribadian
Kepribadian
adalah karakteristik psikologis seseorang yang menentukan dan merefleksikan
bagaimana seseorang merespon lingkungannya sedangkan perilaku konsumen perilaku
konsumen, yaitu tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan
untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa
mereka.
3.1.1 Sifat-sifat Dasar Kepribadian
Adapun
sifat-sifat dasar dari kepribadian, yaitu:
1. Kepribadian
mencerminkan sifat individu
Karena karakteristik dalam diri yang membentuk kepribadian
individu merupakan kombinasi unik berbagai faktor, tidak ada dua individu yang
betul-betul sama.
2. Kepribadian bersifat
Konsisten dan tahan lama
Kepribadian individu cenderung konsisten dan tahan lama.
Sudah tentu seorang ibu yang berkomentar bahwa anaknya keras kepala sejak lahir
menunjang bahwa anggapa itu konsisten dan bertahan lama. Kedua sifat ini sangat
penting jika para pemasar harus menjelaskan perilaku konsumen berdasarkan kepribadian.
3. Kepribadian dapat
berubah
Kepribadian dapat berubah pada berbagai keadaan tertentu.
Sebagai contoh, kepribadian individu tertentu mungkin berubah karena adanya
berbagai peristiwa hidup.
3.1.2 Aspek-aspek Kepribadian
Konsumen
Adapun
aspek-aspek dari kepribadian konsumen, yaitu:
1. Identifikasi
Bila individu menggunakan metode ini, maka mereka akan mengadopsi metode orang lain yang telah terbukti berhasil mengatasi masalah psikologi. Misalkan menggunakan produk yang sama dengan yang biasa digunakan oleh keluarganya.
Bila individu menggunakan metode ini, maka mereka akan mengadopsi metode orang lain yang telah terbukti berhasil mengatasi masalah psikologi. Misalkan menggunakan produk yang sama dengan yang biasa digunakan oleh keluarganya.
2. Represi
Individu dapat mengendalikan kebutuhan fisiologis dengan membiarkan kebutuhan tersebut tak terpuaskan. Misalkan konumen menahan diri untuk tidak mengeluh ketika penjual mengecewakan.
Individu dapat mengendalikan kebutuhan fisiologis dengan membiarkan kebutuhan tersebut tak terpuaskan. Misalkan konumen menahan diri untuk tidak mengeluh ketika penjual mengecewakan.
3. Displacement
Individu berupaya mengkonversikan kebutuhan fisiologisnya dalam bentuk yang lebih dapat diterima. Misalkan manggati kebiasaan merokok
Individu berupaya mengkonversikan kebutuhan fisiologisnya dalam bentuk yang lebih dapat diterima. Misalkan manggati kebiasaan merokok
dengan mengkonsumsi permen rokok.
4. Prosyeksi
Individu berupaya untuk menyelesaikan konflik psikologis yang dihadapinya dengan menyalahkan orang lain.
Individu berupaya untuk menyelesaikan konflik psikologis yang dihadapinya dengan menyalahkan orang lain.
5. Rasionalisasi
Individu menciptakan pemikiran rasional untuk suatu tindakan dari pada mengakui kebenaran dari tindakan tersebut. Misalkan seorang konsumen mengaku lebih menyukai Toyota Kijang dari pada Toyota Altis, karena bentuknya yang lega, namun sesunghnya ia tidak mampu membeli Toyota Altis.
Individu menciptakan pemikiran rasional untuk suatu tindakan dari pada mengakui kebenaran dari tindakan tersebut. Misalkan seorang konsumen mengaku lebih menyukai Toyota Kijang dari pada Toyota Altis, karena bentuknya yang lega, namun sesunghnya ia tidak mampu membeli Toyota Altis.
3.1.3 Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Tiga faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu:
1. Pengaruh
lingkungan
Terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi.
Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang
membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi
mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku
keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas.
2. Perbedaan
dan pengaruh individu
Terdiri dari motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap,
kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Perbedaan individu merupkan faktor
internal (interpersonal) yang menggerakkan serta mempengaruhi perilaku. Kelima
faktor tersebut akan memperluas pengaruh perilaku konsumen dalam proses
keputusannya.
3. Proses
psikologis
Terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan
sikap dan perilaku. Ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian
konsumen sebagai faktor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam
penambilan keputusan pembelian.
3.1.4 Proses Pengambilan Keputusan Konsumen
dan Purchasing Behavior(Perilaku pembelian)
Secara umum ada tiga cara pengambilan keputusan
konsumen, yakni:
1. Economics
Models
Pengambilan keputusan diambil berdasarkan alasan ekonomis
dan bersifat lebih rasional.
2. Psychological
Models
Diambil lebih banyak akrena lasan psikoligs dan sejumlah
faktos sosilogis seperti pengaruh keluarga dan budaya.
3. Consumer
Behavior Model
Model yang umumnya diambil kebanyakan konsumen, Dilandasi
oleh faktor ekonimis rasional dan psikologis.
Proses sederhana pengambilan keputusan melalui tiga tahap, yaitu:
Input ( Pengaruh Eksternal)
↕
Process ( Pengambilan Keputusan Konsumen)
↕
Output ( Prilaku Setelah Keputusan )
Input adalah proses pertama dari konsumen, berikut adalah
unsur-unsurnya:
a. Usaha Pemasaran Perusahaan: produk,promosi,
harga, saluran distribusi
b. LingkunganSosio Budaya: keluarga, sumber
informasi, sumber nonkomersial, kelas sosial,subbudaya dan budaya
Proses terdiri dari tiga komponen yang saling berkaitan:
1. Faktor Psikologis: Motivasi, Persepsi’Pengetahuan,
Kepribadian, dan sikap
2. Pengenalan kebutuhan,
penyelidikan sebelum pembelian, evaluasi terhadap kebutuhan
3. Pengalaman. Dalam
prakteknya, bisa berasal dari OUTPUT dan mempengaruhi factor psikologis
dalam proses.
Output merupakan pembelian yang diputuskan,
evaluasi setelah pembelian. Ini akan menjadi kontribusi penting dalam unsure
pengalaman di tahap process, yang pada akhirnya akan mempengaruhi faktor
psikologis dalam proses pengambilan keputusan berikutnya.
3.1.5 Memahami
Kepribadian dan Perilaku Konsumen
Beberapa pertanyaan dasar yang penting untuk diketahui
sebagai landasan dalam memahami konsumen, yaitu:
1. Mengetahui
apa yang dibutuhkan konsumen
2. Mengetahui
apa selera konsumen
3. Bagaimana
konsumen mengambil keputusan
Ada 3 macam cara memahami kepribadian dan perilaku konsumen,
yaitu:
1. Selalu
Menempatkan Diri pada Posisi Konsumen
Mulailah mencermati segala hal yang dilakukan dengan bisnis
seolah-olah anda adalah seorang konsumen. Anda akan terkagum-kagum bahwa cara
itu membuka kesadaran anda. Contoh jika anda memiliki usaha restaurant, coba
sesekali anda “menyamar” sebagai pembeli di restauran anda sendiri dan anda
akan memperoleh banyak sekali informasi. Atau juga jika Setiap kali membuat
suatu keputusan penting dalam bisnis yang mempengaruhi konsumen, berhentilah
sejenak dan pikirkan tentang semua kemungkinan yang terjadi. Tulis kemungkinan
baik yang negatif dan juga yang positif, koreksi kemudian buatlah keputusan.
2. Berbicaralah
pada Konsumen
Sesibuk apapun yang anda lakukan, luangkanlah sedikit waktu
untuk berbicara dengan ‘duit’ anda (maksudnya pelanggan). Kenali mereka lebih
dekat dan mengapa mereka memilih bisnis kita. Meluangkan beberapa menit untuk
berbicara dengan konsumen dapat memberi kita banyak informasi. Kita membutuhkan
umpan balik dari para konsumen. Kita perlu mengetahui apakah ada masalah yang
mereka alami atau apa yang mereka inginkan.
3. Apa
yang diharapkan konsumen dari anda
Cara terbaik untuk mengetahui harapan dari para konsumen
anda adalah bertanya kepada mereka. Bentuk formulir/angket sederhana (multiple
choice or simple essay) dapat memberikan kita banyak informasi. Mintalah
konsumen memberi penilaian dari yang sangat penting sampai yang tidak begitu
penting. Semakin banyak survei yang dilakukan semakin akurat informasi yang
anda dapatkan.
3.2 KESIMPULAN
Kepribadian dapat dijelaskan sebagai karakteristik
psikologis yang menen tukan dan menggambarkan bagaimana seseorang merespon
lingkungannya. Walaupun kepribadian cenderung konsisten dan bertahan lama,
tetapi dapat berubah dengan tiba -tiba sebagai respon terhadap berbagai
peristiwa hidup yang utama maupun secara berangsur-angsur dari waktu ke waktu.
Kepribadian produk dan merk memberikan peluang yang nyata
kepada para pemasar untuk memanfaatkan kaitan konsumen dengan be rbagai merk
yang mereka tawarkan. Citra diri yang dirasakan individu menentukan bagaimana
ia berperilaku terhadap sebuah produk. Sehingga sudah menjadi tugas pe masar
untuk dapat menilai hal-hal yang dibutuhkan konsumen sesuai dengan kepriba dian
maupun citra dirinya yang kemudian digunakan untuk memperoleh keuntungan me
lalui produk-produk yang menjadi pilihan konsumen.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/28601689/kepribadian-dalam-perilaku-konsumen
Oentoro, Deliyanti, 2012, ”Manajamen Pemasaran Modern,”
Yogyakarta: LaksBang PRESSindo
Clindif, W. Edward; Still, Richard R & Covont, Norman
A., 1998, ”Fundamentals Of Modern Marketing,” Yogjakarta: Liberty.
Husein umar. 2000.Riset Pemasaran dan prilaku konsumen.
Gramedia Pustaka. Jakarta.
No comments:
Post a Comment